Saat Pandemi, Nasabah Tajir Tahan Belanja, Bisnis Wealth Management Tambah Berjaya

27

FinTechnesia.com | Pandemi COVID-19 menyebabkan masyarakat memilih menyimpan dana mereka. Di tengah pandemi minat masyarakat berinvestasi meningkat, terutama dari segmen kelas menengah.

Salah satu bank yang mencatatkan pertumbuhan bisnis wealth management yaitu Bank CIMB Niaga. Hingga 30 November 2020, bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia ini mencatatkan pertumbuhan asset under management (AUM) bisnis wealth management sebesar 16% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga, Lani Darmawan mengatakan, kenaikan tersebut didorong meningkatnya minat nasabah untuk mengalokasikan dana yang tidak terpakai di masa pandemi ke berbagai instrumen investasi. Selain itu, kondisi ekonomi yang belum kondusif juga membuat sebagian nasabah menahan diri berinvestasi langsung dalam kegiatan usaha.

Dana yang ada ditempatkan pada instrumen investasi seperti obligasi dan reksadana. CIMB Niaga mengoptimalkan kanal distribusi melalui perbankan digital.

Diawali dengan menghadirkan fitur investasi pada aplikasi digital banking OCTO Mobile di kuartal pertama 2020. “Fitur tersebut hadir di saat yang tepat. Sehingga langsung dapat dimanfaatkan nasabah yang membutuhkan solusi investasi dari mana saja dan kapan saja,” kata Lani, Jumat (15/1).

Melalui fitur investasi tersebut, nasabah dapat membuka rekening reksadana untuk pertama kalinya langsung dari smartphone. Juga investasi surat berharga negara seperti obligasi dan sukuk.

Dengan fitur investasi yang lengkap, nasabah semakin mudah dalam mengelola investasi sehingga lebih produktif meskipun di tengah pandemi. Hal inilah yang mendorong kinerja bisnis wealth management tetap positif di kondisi yang menantang.