Sepanjang 2020, Pengguna LinkAja Melesat 65% Menjadi 61 Juta Pengguna

28

FinTechnesia.com | Di pengujung 2020, masyarakat masih berhadapan dengan pandemi. Berbagai upaya telah dilakukan agar Indonesia bisa bertahan dan bangkit dari keterpurukan.

LinkAja pun ikut andil dalam pemulihan ekonomi. Khususnya melalui akselerasi adopsi ekosistem ekonomi digital di berbagai sektor untuk membantu masyarakat tetap produktif dalam protokol kesehatan yang meminimalkan kontak langsung.

Berbagai program strategis berjalan sepanjang tahun 2020. Dan penyesuaian yang tepat di masa pandemi membawa pertumbuhan signifikan bagi perusahaan. Pengguna LinkAja meningkat hampir mencapai 65% menjadi lebih dari 61 juta pengguna. Sekitar 73% pengguna di area tier 2 dan 3.

Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja, mengatakan, di tahun yang berat ini LinkAja dapat bertahan, bahkan mengalami peningkatan di berbagai lini. Terbukti dengan adanya peningkatan transaksi dan volume transaksi lebih dari empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. “Pandemi dan berbagai tantangan lainnya tidak akan menyurutkan upaya LinkAja dalam memberikan kemudahan akses layanan keuangan dan ekonomi digital yang merata,” kata Fey, sapaan Haryati, Rabu (13/1).

LinkAja mengajak seluruh UMKM, membekali diri dan meningkatkan potensi agar dapat menyesuaikan pola bisnis sesuai dengan perubahan perilaku konsumen khususnya di masa pandemi. Walhasil tahun lalu jumlah merchant UMKM yang tergabung di LinkAja meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2019.

LinkAja dapat digunakan di lebih dari 900,000 merchant lokal. Tumbuh lima kali lipat dari tahun sebelumnya. Dan lebih dari 315.000 merchant nasional, yang bertambah sebanyak dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
LinkAja menjadi alat pembayaran digital terlengkap untuk layanan transportasi publik dan online di 230 moda transportasi, 5,500 SPBU Pertamina, lebih dari 32.000 partner donasi digital, dan lebih dari 5000 e-commerce.

Selain itu, LinkAja dapat digunakan di lebih dari satu juta titik transaksi untuk pengisian dan penarikan saldo. Meliputi ATM, transfer perbankan, jaringan ritel, hingga layanan keuangan digital.

LinkAja juga menghadirkan produk syariah. Layanan Syariah LinkAja yang merupakan uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk memfasilitasi berbagai jenis pembayaran sesuai kaidah syariat Islam.

Layanan Syariah LinkAja dapat digunakan di seluruh ekosistem LinkAja dan memiliki ekosistem khusus syariah. Mencakup masjid, lembaga amil zakat, pusat kuliner halal, modern retail lokal, pesantren, bank syariah, sekolah Islam, dan universitas Islam. Hingga saat ini Layanan Syariah LinkAja telah memiliki lebih dari 1,6 juta pengguna,.

Di tahun 2021 LinkAja akan tetap meningkatkan performa produk dan layanan untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat. Selain itu berbagai kerja sama strategis akan semakin diperluas dengan mengajak berbagai pihak bergabung dalam ekosistem linkAja. “LinkAja optimistis bahwa tahun 2021 Indonesia akan menjadi lebih baik,” cetus Fey. (yof)