Serangan Ransomware ke Asia Tenggara Mencapai 831.105, Lebih dari 36% di Indonesia!

20

FinTechnesia.com | Tiga tahun setelah insiden Wannacry, dunia masih menghadapi tantangan memerangi jenis ancaman ini di tengah pandemi. Ransomware adalah salah satu sorotan utama ancaman dunia maya di Asia Tenggara.

Perusahaan dan organisasi dari wilayah tersebut perlu meningkatkan keamanan untuk menghindari korban dari ancaman yang sangat merugikan.

Statistik terbaru Kaspersky menunjukkan 831.105 percobaan ransomware telah diblokir di Asia Tenggara selama separuh pertama tahun ini. Sebanyak 36% aray 298.892 di antaranya merupakan upaya terhadap pengguna di Indonesia.

Meskipun deteksi ransomware di negara ini 69% lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019, hampir setengah (49%) upaya itu menargetkan sektor enterprise di Indonesia. Kemudian diikuti oleh konsumen (39,94%) dan UKM (2,13%).

“Laporan kami menunjukkan lebih sedikit ransomware yang diblokir. Penting dicatat, perusahaan di Indonesia adalah target utama. Penerapan kerja dari rumah memperluas permukaan serangan dan meningkatkan celah yang dapat dieksploitasi oleh penjahat dunia maya,” kata Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky, pekan lalu.