Siapkan SDM Ekonomi Digital, Unika Atma Jaya, OVO dan Bareksa Luncurkan Fintech Academy

34

FinTechnesia.com | Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendorong literasi keuangan digital di Indonesia terua berjalan. Institusi pendidikan tinggi harus berkolaborasi dengan  pelaku industri untuk mempersiapkan sumber daya manusia. Dan siap menjadi ujung tombak bergeraknya roda ekonomi digital Indonesia. 

Maka, Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, OVO, dan Bareksa memperkenalkan inisiatif Fintech Academy.Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizammenyatakandalam kurang dari satu dasawarsa, 5 dari 10 unicorn dan decacorn di Asia Tenggara dari Indonesia.

Riset McKinsey menyatakan, teknologi digital, terutama artificial intelligence (AI) dan fintech berpotensi meningkatkan PDB nasional hingga 12%-18%. Dengan nilai US$ 366 miliar dalam 10 tahun ke depan. “Harapan kami program Fintech Academy menjadi bagian program kampus merdeka untuk membangun talenta sumber manusia unggul,” katanya, Selasa (16/2)

Rektor Unika Atma Jaya, A. Prasetyantoko, menyatakan, Unika Atma Jaya, OVO dan Bareksa berkontribusi terhadap pendidikan Indonesia dan industri fintech, melalui pembentukan kurikulum yang mengacu pada perkembangan industri. “Kami berkomitmen mengembangkan kurikulumfintechkomprehensif. Tidak hanya mata kuliah, juga kesempatan belajar langsung dari perusahaan fintech terbaik Indonesia dan mendapatkan mentor sesuai bidang eksplorasi yang dipilih,” ujarnya. 

Presiden Direktur OVO/Founder & CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra menjelaskan, Fintech Academy merupakan bentuk nyata atensi OVO dan Bareksa menjawab masalah utama sumber daya manusia di industri fintech. Data AFTECH menunjukkan hingga Januari 2021 terdapat 375 perusahaan fintech di Indonesia dengan lebih dari 20 model bisnis.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah startup fintech terbesar di ASEAN. “Fintech Academy dapat menjadi wadah mempersiapkan dan mencetak sumber daya manusia untuk industri fintech. Khususnya Generasi Z di Indonesia yang saat ini jumlahnya mencapai 27,94%,” tutur Karaniya.

Tahap awal, Unika Atma Jaya, OVO, dan Bareksa akan memulai Fintech Academy dengan memberikan mata kuliah fintech. Dengan materi seperti big data, blockchain, e-money, e-investment, insurtech, P2P lending, alternative credit scoring, dan lain-lain.

Dibawakan langsung oleh pakar fintech dari OVO dan Bareksa. Sesi mata kuliah fintech akan terbagi dalam sesi kuliah umum dan MOOC (Massive Open Online Courses/perkuliahan daring yang menawarkan akses terbuka melalui internet).

Dalam jangka panjang, Fintech Academy akan mengembangkan Early Learning Program (ELP) Fintech untuk anak SMA, program magang di fintech, dan membuat program inkubasi startup untuk mahasiswa. (yof)