Solusi Bertahan, CROWDO Ingin 100.000 Petani Terdigitalilasi

16

FinTechnesia.com | Berada di masa pandemi, bukan hal mudah bagi petani. Pemanfaatan teknologi bisa menjadi salah satu solusi bertahan. Ekosistem pertanian yang berkelanjutan dari hulu ke hilir sangat bergantung pada teknologi, para petani harus menguasainya.

CROWDE – fintech pertanian – menargetkan sekitar 100.000 petani terdigitalilasi dalam menjalankan usaha pertanian mereka. Sehingga usaha mereka berkembang dan otomatis meningkatkan kesejahteraan hidup petani

Di masa pandemi, CROWDE berusaha menyesuaikan diri. Salah satunya menjamin harga jual yang wajar untuk setiap hasil produksi petani dan secara opsional membeli hasil panen mereka apabila hasil panen tersebut tidak terserap maksimal oleh 9 institusional off-taker yang telah bekerja sama dengan CROWDE.

Pada Oktober – November 2020, CROWDE berhasil menyalurkan total permodalan sebesar Rp 22 miliar. Hingga kini, setidaknya ada 28.000 mitra petani yang bergabung dan 3.215 mitra toko tani yang menyalurkan permodalan sistem cashless dengan menyediakan semua kebutuhan mitra petani untuk menjalankan proyek budidaya.

Di tahun 2020, CROWDE juga mengubah rasio kontribusi pemodal menjadi 8 : 92 (ritel: institusi) dan berdampak pada kinerja petani. Sebanyak 85% mitra petani mengaku proses penyaluran modal jadi lebih cepat, terkontrol, dan budidaya mereka jadi lebih terjadwal.

Tahun lalu, CROWDE telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan beberapa institusional lender. Seperti Bank BJB dan BPR Supra untuk mendanai mitra petani di wilayah Cianjur, Sukabumi, serta Garut.

“Di tengah pandemi, kami pun telah memperluas jangkauan proyek permodalan budidaya ke 10 wilayah. Yaitu Lampung, Sukabumi, Subang, Indramayu, Bogor, Garut, Madiun, Tulungagung, Kediri, dan Tuban dengan total 1.802 proyek”, ungkap Afifa Urfani, Head of Funding & Impact CROWDE, Kamis (21/1).

CROWDE juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bimtek (Bimbingan Teknis) yang diselenggarakan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor pada akhir tahun 2020. Kegiatan tersebut bertujuan menarik minat generasi muda agar mau menjadi petani milenial. CROWDE melakukan jajak pendapat untuk mencari indikator permasalahan yang mungkin dialami para petani milenial. (yof)