Tahun Ini Pembiayaan Fintech Pendanaan akan Menyentuh Rp 100 Triliun

18

FinTechnesia.com | Di tengah pandemi, sepanjang 2020, pembiayaan Financial technology (fintech) pendanaan meningkat 25% menjadi Rp 73 triliun dibanding 2019.

Sehingga akumulasi pembiayaan per November 2020 menjadi Rp 146,25 triliun. Berdasarkan tren, pembiayaan fintech pendanaan akan mencapai Rp 100 triliun pada tahun 2021.

Fintech pendanaan akan terus mendukung perekonomian nasional dengan mengisi credit gap dari total kebutuhan kredit nasional. Menurut data Bank Dunia, total kebutuhan dana kredit Rp 1.649 triliun.

Terdapat kesenjangan kredit di Indonesia sekitar Rp 988 triliun per tahun. Kapasitas penyaluran kredit industri tradisional sekitar Rp 660 triliun. “Fintech pendanaan baru mengisi 7% dari credit gap ini pada tahun ini. Di sinilah tantangan industri untuk terus meningkatkan peranan,” terang Juru Bicara Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI), Andi Taufan, Kamis (14/1).

Dalam melaksanakan kegiatan usahanya fintech pendanaan tidak lepas dari kolaborasi ekosistem layanan pendukung. Sehingga dengan bertumbuhnya fintech pendanaan bersama.

Hal ini akan linear dengan pertumbuhan ekosistem.  Kolaborasi dengan lembaga keuangan lainnya (e-commerce, fintech payment, perusahaan asuransi, modal ventura, bank) merupakan satu dari empat kunci sukses fintech pendanaan. Yakni kebutuhan UMKM terhadap kredit yang mendorong pertumbuhan pencairan pinjaman, regulasi yang mendukung inovasi fintech, serta Infrastruktur digital yang memadai (koneksi dan kualitas internet).

Dengan menjawab tantangan tersebut, akan mengoptimalkan keberadaan fintech pendanaan untuk mendukung program pemerintah meningkatkan inklusi keuangan yang masih 76% sepanjang 2019. Angka ini jauh dari China 97% dan India 97%.

Literasi keuangan Indonesia malah jauh lebih rendah hanya 38%. AFPI mendukung upaya pemerintah meningkatkan inklusi dan literasi keuangan nasional, dengan mendorong penggunaan fintech di Indonesia.

“Posisi Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain yakni masih 34%, adapun China sudah 87%, India 87%, Rusia 82% dan Afrika Selatan 82%,” ujar Taufan.

Dalam penelitian DailySocial Research bertajuk “Evolving Landscape of Fintech Lending in Indonesia” per November 2020 mencatatkan peminjam fintech pendanaan didominasi UMKM online dan offline. UMKM membutuhkan pembiayaan, dimana 46,6 Juta UMKM belum memiliki akses kepada kredit. (yof)