Telkom dan BPH Migas Lakukan Digitalisasi Sektor Hilir untuk Pengawasan Distribusi BBM dan Gas Bumi

16

FinTechnesia.com | PT Telkom Indoenesia Tbk menggandeng Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menghadirkan digitalisasi sektor hilir. Tujuannya melakukan pengawasan disitribusi BBM dan gas bumi.

Kerjasama ini juga salah satu cara mewujudkan bahan bakar minyak (BBM) satu harga, subsidi BBM tepat sasaran dan ketahanan energi.

Penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai upaya memperkokoh BPH Migas melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap penyediaan dan distribusi BBM dan gas bumi dengan penguatan pemanfaatan data melalui aspek digitalisasi. Jadi ketersediaan dan distribusi BBM dapat terjamin di seluruh Indonesia. Ruang lingkup kerjasama ini tidak hanya terbatas pada aspek konektivitas tapi juga platform dan layanan digital yang disepakati kedua belah pihak. 

Sebelumnya Telkom telah menuntaskan program digitalisasi SPBU di seluruh Indonesia. Digitalisasi SPBU merupakan sistem monitoring distribusi dan transaksi penjualan BBM di setiap SPBU secara real-time untuk peningkatan standar layanan dan operasional.

Melalui digitalisasi ini, Pertamina dapat memantau kondisi stok dan penjualan tujuh jenis BBM, transaksi pembayaran di SPBU serta pengelolaan penyaluran BBM bersubsidi. Di samping itu, seluruh data digitalisasi tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang. Seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, serta BPH Migas. Sehingga dapat saling mendukung untuk pengawasan penyaluran BBM termasuk yang bersubsidi yaitu biosolar (B30) dan penugasan yaitu Premium.

Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa mengatakan, digitalisasi sudah dilaksanakan di 5.518 SPBU. Selanjutnya diharapkan Telkom dapat mendukung pengelolaan pusat data hilir migas sekaligus operatornya.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara menyampaikan, bertransformasi menjadi digital telco company, Telkom tetap berorientasi ke pelanggan (customer-oriented) Keberadaan bisnis platform digital menjawab tantangan dan hambatan terkait pengelolaan data.

Layanan big data diharapkan dapat memberikan solusi data yang komprehensif sehingga bermanfaat dalam akselerasi digitalisasi demi menghadirkan layanan terbaik. “Ke depan Telkom akan terus hadir memberikan digitalisasi baik bagi BUMN maupun korporasi lain di Indonesia,” kata Edi, Rabu (3/3). (sya)