Terapkan Tanggung Renteng, Investree Gandeng Koperasi

19

FinTechnesia.com | Investree meluncurkan kerja sama baru dengan Gramindo Berkah Madani, Koperasi Jasa dengan Unit Usaha Simpan Pinjam. Koperasi ini berfokus pada pembiayaan super mikro berbasis Grameen.

Investree menyalurkan bantuan pembiayaan kepada nasabah Gramindo yang memiliki karakteristik berkelompok, merupakan perempuan tanpa akses ke bank (unbankable). Dan telah menjalankan usaha dengan skema konvensional maupun syariah. Gramindo menamai kegiatan pembiayaan ini dengan submerek “Gayatri Microfinance”.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, mengatakan, memasuki tahun kelima, Investree mengkonsentrasikan kerja sama dengan ekosistem rekanan yang mempunyai bidang usaha unik dan mampu membuka peluang lebih besar untuk menyentuh target khalayak yang meluas. Salah satunya perempuan sebagai pemegang peranan penting dalam pengelolaan keuangan keluarga.

“Melalui kolaborasi dengan Gramindo ini, kami akan memperlihatkan bagaimana fintech lending dapat sangat mendukung perkembangan usaha para perempuan dengan bisnis super mikro yang tidak memiliki akses ke bank, membantu mereka meraih tujuan finansial untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik dan menjadi masyarakat madani,” terang Adrian, pekan lalu

Dalam kerja sama pembiayaan ini, Investree mengaplikasikan produk Retail Seller Financing. Pinjaman bisnis yang ditujukan adalah untuk ritel/individu perempuan dengan jenis usaha super mikro. Dengan omzet rata-rata Rp 5 juta-Rp 10 juta per bulan.

Di dalam ekosistem binaan Gramindo, setiap pengusaha perempuan perorangan akan berkelompok dan menerapkan prinsip tanggung renteng. Artinya risiko pinjaman masing-masing pribadi ditanggung bersama oleh kelompok perempuan yang dibentuk oleh mereka sendiri.

Apabila ada di antara mereka yang tidak bisa membayar angsuran, kelompok tersebut akan menanggung pembayaran. Dengan membuka amplop tanggung renteng sampai dengan pembayaran angsuran tersebut dibayarkan kembali kepad kelompok.

Pembiayaan akan dilakukan dengan menggunakan skema channeling atau melalui dukungan dana lender institusi Investree. Setiap borrower ritel di dalam ekosistem Gramindo yang mengajukan pinjaman melalui Investree akan melewati proses analisis dan verifikasi tim Investree dengan mengandalkan sistem credit scoring yang solid sebelum ditawarkan kepada Lender Institusi.

Jumlah maksimal pembiayaannya adalah Rp 20 juta per pembiayaan. Tanpa batasan sektor industri, dan memiliki jangka waktu maksimal 12 bulan. “Fitur produk Retail Seller Financing ini kami rancang mudah, cepat, dan nyaman bagi para pemilik usaha ritel termasuk ibu-ibu yang berada dalam ekosistem Gramindo agar mampu dimanfaatkan seoptimal mungkin,” ujar Adrian.

Ketua Koperasi Jasa Gramindo Berkah Madani, Rio F. Achmad, mengatakan, pendekatan hingga tahapan pembiayaan yang diterapkan dalam kerja sama ini terbilang kekeluargaan, sesuai dengan budaya dan karakteristik masyarakat Indonesia. Gramindo akan mengadakan pemetaan daerah dan karakter melalui aparat setempat untuk menggali informasi.

Lalu melakukan penetrasi lapangan dan sosialisasi pembiayaan melalui pertemuan warga setempat seperti arisan atau pengajian. Kemudian, dibentuk kelompok secara alami oleh perempuan-perempuan setempat hingga mereka melakukan pengajuan pembiayaan yang akan didukung oleh Investree.

“Apabila pengajuan pembiayaan disetujui oleh Investree, pembiayaan akan dicairkan secara tunai dengan cara wajib hadir berkelompok dan menyetujui skema tanggung renteng,” terang Rio. (sya)

.