TokoCabang Bantu Penjual Tokopedia Kelola Lonjakan Pesanan Saat Pandemi

25

FinTechnesia.com | Pandemi COVID-19 menyebabkan mobilitas menjadi sangat terbatas. Termasuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pola belanja cenderung bergeser dari offline ke online. Jumlah penjual online meningkat.

Menurut data internal, pada Februari 2020, ada lebih dari 7,3 juta penjual di Tokopedia. Sedangkan pada Mei 2020, terjadi penambahan lebih dari satu juta penjual baru menjadi total 8,3 juta penjual. “Kami terus memastikan pelaku usaha di Indonesia tetap menjalankan bisnis walau di tengah pandemi lewat sederet kemudahan. Salah satunya TokoCabang,” ungkap Head of Fulfillment Tokopedia, Erwin Dwi Saputra, Selasa (7/7).

Layanan pemenuhan pesanan (fulfillment service) TokoCabang yang diluncurkan Tokopedia tahun 2019 ini memungkinkan penjual menitipkan stok di gudang pada wilayah dengan jumlah permintaan tinggi. “Sejak diluncurkan, TokoCabang tersedia di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Awal tahun 2020 ada penambahan di Makassar dan segera hadir di Medan dan Palembang pada Juli ini,” kata Erwin.

Penjual yang memanfaatkan TokoCabang tidak perlu lagi mempertimbangkan isu operasional. Mulai menerima pesanan, mengemas hingga mengantar ke kurir, terutama ketika menghadapi lonjakan permintaan.

Terjadi lonjakan signifikan pesanan yang ditangani TokoCabang selama pandemi, “Jumlah pesanan di TokoCabang mengalami peningkatan hingga lebih dari 2,5 kali lipat pada kuartal kedua 2020 dibandingkan kuartal pertama pada tahun yang sama,” terang Erwin.