Tower Bersama Meneken Fasilitas Kredit Sebesar US$ 275 Juta

23

FinTechnesia.com | PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk. (TBIG) telah menandatangani fasilitas pinjaman bank revolving sebesar US$ 275 juta. Fasilitas baru (Fasilitas F) ini mendapatkan permintaan sebesar US$ 645 juta. Artinya, pemberi pinjaman TBIG terus mendukung pertumbuhan bisnis dengan kuat.

Fasilitas F akan digunakan untuk membayar di muka pinjaman berjangka sebesar US$ 275 juta (Fasilitas D). Fasilitas F memiliki tanggal jatuh tempo pada bulan Juni 2026. Dengan bunga Libor ditambah 175 basis poin, lebih rendah 25 basis poin dari Fasilitas D.

Pekan lalu, TBIG telah menetapkan surat utang senior tanpa jaminan jatuh tempo 2026 sebesar US$ 300 juta dengan suku bunga 2,75%. Surat utang ini mendapatkan peringkat BBB- Investment Grade dari Fitch Ratings.

Surat Utang 2026 membiayai kembali sebagian utang yang masih terhutang berdasarkan RCF yang ada. Setelah memperhitungkan penerbitan Surat Utang 2026, TBIG akan memiliki lebih dari USD 500 juta fasilitas berkomitmen dan belum ditarik berdasarkan RCF , yang akan tersedia dan dapat dipinjam kembali.

TBIG terus memilki cukup ruang menggunakan pinjaman tambahan berdasarkan financial covenants untuk tidak lebih dari 5 kali rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA yang disetahunkan untuk pinjaman bank.

Hardi Wijaya Liong, Chief Executive Officer (CEO) TBIG menjelaskan, pihaknya memiliki struktur utang yang sangat kuat dengan utang jangka panjang yang telah terlindung nilai dan ketersediaan komitmen kredit yang cukup. Serta ruang yang cukup besar berdasarkan financial convenants. “Fasilitas F dan Surat Utang 2026 yang baru ini telah mengurangi biaya bunga kami serta memperpanjang rata-rata tenor struktur utang kami,” kata Hardi, Kamis (21/1).

Di tengah pandemi global COVID-19 yang sedang berlangsung, TBIG bertahan dari pendapatan kontrak jangka panjang dan terjamin dari operator telekomunikasi berperingkat tinggi. “Selain itu, kami mempertahankan strategi lindung nilai kami dengan menggunakan instrumen derivatif lindung nilai yang sesuai dengan jatuh tempo utang,” tambah Helmy Yusman Santoso, Chief Financial Officer (CFO) TBIG. (yof)