Tugu Insurance Perkenalkan Susunan Direksi Baru

32

FinTechnesia.com | Memasuki kuartal IV 2020, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) memperkenalkan susunan direksi lengkap sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Susunan ini memenuhi penilaian kemampuan dan kepatuhan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hasil keputusan RUPST mengangkat empat direktur baru. Yakni Ery Widiatmoko, Direktur Pemasaran Asuransi Non Minyak & Gas, Budi P. Amir sebagai Direktur Pemasaran Asuransi Minyak & Gas, Syaiful Azhar sebagai Direktur Teknik dan Maruly Octavianus Sinaga sebagai Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko.

RUPST tanggal 30 Juni 2020 juga turut menyetujui perubahan nomenklatur jabatan anggota direksi. Yakni sebagai berikut:

  • Presiden Direktur  menjadi Presiden Direktur
  • Direktur Keuangan & Jasa Korporat menjadi Direktur Keuangan dan Layanan Korporat
  • Direktur Teknik menjadi Direktur Teknik
  • Direktur Pemasaran Non Migas menjadi Direktur Asuransi Pemasaran Non Minyak & Gas
  • Direktur Pemasaran Migas menjadi Direktur Asuransi Pemasaran Minyak & Gas
  • Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko

Anak usaha Pertamina dengan kode saham TUGU, memiliki International Rating “A- (Excellent)” dari A.M Best selama 5 tahun berturut-turut. Bahkan di tengah kondisi pandemi global yang disertai badai resesi, Tugu Insurance tetap mencatatkan neraca kinerja positif.

Perolehan laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp 235,08 milIar. Diiringi pencapaian premi secara konsolidasi Rp 4,57 triliun dan hasil underwriting konsolidasi Rp 388,41 miliar.

Kepemilikan total aset Rp 20,19 triliun,  ekuitas sebesar Rp 8,38 triliun, dan  tingkat risk based capital (RBC) 368%. Di atas ketentuan batas minimum OJK sebesar 120%.

Presiden Direktur Tugu Insurance, Indra Baruna berharap formasi baru ini akan meningkatkan kinerja melalui balancing portofolio bisnis perusahaan pada segmentasi korporasi maupun ritel.

” Kami akan tetap konsisten untuk menjalankan 3 fokus strategi sejak initial public offering (IPO) pada 2018 lalu. Yakni Optimalisasi bisnis korporasi & komersial, membangun dan mengembangkan bisnis ritel serta perluasan bisnis reasuransi,” ujar Indra, Senin (23/11). (mrz)