Senin, 15 April 2024
FINTECHNESIA.COM |

Para Eksekutif Indonesia Menempatkan Perlambatan Ekonomi sebagai Kekhawatiran Utama Mereka

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Zurich Insurance Group menerbitkan Survei Opini Eksekutif 2023 (Executive Opinion Survey, EOS) bekerja sama dengan World Economic Forum (WEF).

Hasilnya menunjukkan, kemerosotan ekonomi, berupa resesi hingga stagnasi, menduduki peringkat risiko teratas yang dapat menimbulkan ancaman bagi Indonesia selama dua tahun ke depan. Kekhawatiran yang sama juga dirasakan di tingkat Asia Tenggara hingga global. 

EOS 2023 diadakan antara April dan Agustus 2023 dengan mengumpulkan tanggapan lebih dari 11.000 pemimpin bisnis di 110 negara, termasuk Indonesia. Mereka diminta tanggapan mengenai risiko-risiko utama yang mungkin menjadi ancaman bagi negara mereka yang akan dihadapi selama dua tahun ke depan.

Fokus pada risiko pelemahan ekonomi tampaknya relevan karena meskipun Indonesia diperkirakan akan menutup tahun 2023 dengan pertumbuhan ekonomi pada level 5,1%. 

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia mengungkapkan, perlambatan ekonomi dunia dan ketidakpastian global berpotensi menjadi tantangan dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024. 

Meskipun saat ini kita sedang dalam masa pemulihan dari dampak pandemi COVID-19, kita juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Kondisi ini turut membawa tantangan bisnis yang tidak mudah, terutama bagi pelaku industri asuransi yang dituntut memainkan peran lebih besar untuk memberikan perlindungan keuangan bagi masyarakat. 

Baca juga: Bank Harus Menjadi Solusi dalam Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Chief Risk Officer Zurich Asuransi Indonesia, Wayan Pariama, mengungkapkan, sebagai elemen penopang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, pelaku bisnis harus bisa mengenali potensi risiko serta adaptif terhadap perubahan masyarakat.

“Hal ini memerlukan perencanaan masa depan dan perlindungan yang baik untuk menyikapi ketidakpastian ekonomi dan berbagai risiko. Dalam hal ini, peranan industri asuransi dapat memberikan dampak positif yang signifikan agar masyarakat terlindungi dari ketidakpastian tersebut,” terang Wayan, Senin (4/12).

Selain risiko kemerosotan ekonomi, pengusaha dan eksekutif Indonesia juga menaruh perhatian besar terhadap risiko dari isu lingkungan terkait cuaca ekstrem yang menduduki posisi tertinggi kedua, 

Melalui EOS 2023 ini, ditemukan juga bahwa isu penyakit menular menjadi risiko tertinggi ketiga yang dapat menjadi ancaman di Indonesia, dan sejalan dengan sentimen Asia Tenggara.

Selain ketiga risiko tersebut di atas, EOS 2023 juga menyoroti kekurangan pasokan energi dan pengangguran yang menempati urutan keempat dan kelima sebagai risiko paling dikhawatirkan oleh pemimpin bisnis di Indonesia. 

“Zurich siap untuk meningkatkan peran kolaboratif dengan banyak pemangku kepentingan, pelaku bisnis, dan pihak terkait lain untuk mengelola risiko dan mengurangi dampak bagi masyarakat, hal ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menciptakan masa depan yang lebih baik,” tutup Wayan. (kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER