Sabtu, 10 Desember 2022

Antisipasi Virus Corona, Ini Langkah Bank Pelat Merah

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Corona virus mulai teridentifikasi akhir tahun 2019 dan menelan korban serta menyebar ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Penyebaran virus tersebut berpotensi mempengaruhi aktivitas ekonomi. Melalui potensi turunnya aktivitas perdagangan, pariwisata, dan beberapa sektor terkait, termasuk sektor finansial.

Pemerintah Indonesia bersiap menahan laju dampak negatif tersebut terhadap perekonomian di dalam negeri. Badan usaha milik negara (BUMN) pun tidak tinggal diam. Setiap perusahaan pelat merah mempersiapkan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.

Tengok saja Bank BNI, yang sejak awal wabah COVID-19 merebak telah melakukan langkah konkret, mulai dari membagikan masker secara gratis bagi warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara-negara terdampak wabah. Hingga awal 9 Februari 2020, BNI bersama BUMN lain seperti Garuda Indonesia, RNI, Bank Mandiri, Bank BTN, dan BNI Life, mengirimkan masker sebanyak 161.000 buah ke Hong Kong, Korea, Singapura, dan Taiwan.

Terkait fungsi intermediasi bank-bank milik negara, Himbara menuntaskan stress test untuk mengukur dampak wabah COVID-19 terhadap berbagai industri. Langkah ini untuk mencari peluang-peluang yang justru terbuka akibat dari wabah  COVID-19.

Tidak menutup kemungkinan bank-bank BUMN ini dapat melakukan ekspansi pada sektor ekonomi yang tidak terkena dampak wabah. Sektor yang sudah merasakan efek COVID-19 antara lain manufaktur, pariwisata, komoditas, farmasi/kesehatan dan transportasi. “Kami juga melakukan pengkajian kebijakan-kebijakan yang dirilis pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” terang Wakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Jumat (6/3).

Bank Mandiri
Ilustrasi Bank Mandiri

Sementara itu, Bank Mandiri menerapkan serangkaian protokol khusus untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona di lingkungan bank tersebut. Saat ini, protokol tersebut telah disosialisasikan di berbagai titik informasi di kantor utama maupun kantor cabang perseroan di seluruh Indonesia.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rully Setiawan menjelaskan, penyusunan protokol tersebut dilakukan unit Business Continuity Management (BCM) pada periode awal merebaknya wabah COVID-19 di dunia. Proses sosialisasi semakin diperkuat pasca pernyataan pemerintah yang mengkonfirmasi pasien terinfeksi COVID-19 di Indonesia.

Penyusunan protokol ini sebenarnya tidak terlepas analisa keseluruhan terhadap dampak penyebaran virus Covid-19, termasuk terhadap bisnis dan operasional perseroan. “Penerapannya, kami pastikan berhati-hati agar tidak mengganggu kenyamanan nasabah, tamu dan karyawan,” jelas Rully. (mrz)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER