Rabu, 7 Desember 2022

Saat Wabah Corona, Igloo Meraih Pendanaan Sebesar US$ 16 Juta

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Meski wabah corona masih merajalela, kesepakatan bisnis masih ada yang berjalan. Startup insurtech berbasis Singapura, Igloo yang sebelumnya dikenal sebagai Axinan, Rabu (29/4) mengumumkan berhasil menyelesaikan putaran pendanaan A+ dan meningkatkan pencapaian pendanaan menjadi US$ 16 juta. Insurtech Asia Tenggara ini menggandeng pelaku perdagangan daring (e-commerce) dan perjalanan serta pariwisata daring di Asia Tenggara. Seperti Bhinneka, Bukalapak, Lazada, RedDoorz, Shippit dan Shopee.

Dalam memberikan layanan asuransi digital, Igloo bermitra dengan perusahaan asuransi regional. Seperti Allianz, Baoviet, FWD Singapura, Mercantile, dan Sompo. Sejak berdiri di tahun 2016, Igloo memberikan perlindungan kepada lebih dari 15 juta pelanggan. Setahun terakhir (Februari 2019 hingga Februari 2020) bersama mitra perusahaan asuransi, Igloo telah mengasuransikan lebih dari 50 juta transaksi daring di kategori elektronik, peralatan rumah tangga, kecelakaan diri serta perjalanan dan pariwisata.

Mulai bulan April 2020, Axinan mengubah namanya menjadi Igloo. Perubahan di seluruh pasar mereka beroperasi yang mencakup Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Australia. Penggunaan merek Igloo sejalan dengan nama produk andalan perusahaan yuntuk melayani masyarakat Asia Tenggara yang sangat melek digital.

Putaran pendanaan seri A+ ini digawangi oleh InVent, perusahaan permodalan ventura yang merupakan perpanjangan tangan dari Intouch Holdings Plc. InVent adalah sebuah perusahaan manajemen aset dan investasi di sektor telekomunikasi, media dan teknologi. Intouch Holding, induk perusahaan Advanced Info Service PLC (AIS) dan Thaicom PLC, memiliki fokus berinvestasi di bisnis baru dan perusahaan rintisan teknologi.

Investor awal Igloo yaitu Openspace Ventures, sebuah perusahaan permodalan ventura di kawasan Asia Tenggara. Juga dan Linear Capital, perusahaan permodalan ventura yang berinvestasi pada perusahaan di tahap awal, berlokasi di Tiongkok dan fokus pada perusahaan rintisan teknologi. Keduanya juga turut berpartisipasi pada putaran ini. Investor lainnya yang juga berpartisipasi adalah Singtel innov8, Cathay Innovation dan Partech Partners.

Igloo didirikan oleh Wei Zhu, sebelumnya Chief Technology Officer Grab. Ia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di Facebook dan Microsoft. “Wabah COVID-19 berdampak luas atas berbagai sendi kehidupan sehari-hari. Kegiatan perekonomian dan digitalisasi memiliki peran sangat penting membantu menyesuaikan diri dengan kondisi normal yang baru. Hal tersebut terlihat pada industri asuransi. Metode digital menjadi saluran distribusi andal dan penting meningkatkan kesadaran masyarakat berasuransi,” kata Wei Zhu, yang juga CEO Igloo, Rabu (29/4).

Potensi besar bisnis Igloo terkait dengan berkembangnya industri asuransi digital Asia Tenggara yang saat ini bernilai US$2 miliar. Dan diperkirakan akan terus meningkat mencapai US$8 miliar pada tahun 2025. Pasar ini akan terus berkembang sejalan pesatnya pertumbuhan ekonomi internet yang diperkirakan akan mencapai US$ 300 miliar pada tahun 2025, menurut laporan eConomy SEA 2019. (yof)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER