Minggu, 25 Februari 2024
FINTECHNESIA.COM |

Marak Boikot Produk Pendukung Israel, Transaksi 60 Brand Melorot

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Serangan Israel ke Palestina, memicu aksi boikot produk yang dinilai mendukung atau memiliki keterkaitan dengan Israel. Riset Compas.co.id di e-commerce menggunakan metode crawling pada periode 8 – 21 November 2023 terdapat 96 brand yang masuk dalam list brand yang diboikot.

Dari hasil riset tersebut, jumlah transaksi pada kategori makanan minuman mengalami menurun 12% dibanding periode yang sama sebelumnya. Hal
ini juga terjadi pada kategori kesehatan, jumlah transaksi melorot sebanyak 15%. Paling terdampak adalah kategori ibu dan bayi yang mengalami penurunan jumlah transaksi sebanyak 16%.

“Kami menemukan sebanyak 60 brand atau 62% di antaranya mengalami
penurunan jumlah transaksi mencapai 240.000. Menariknya, 36 brand atau sebesar 38% mendapatkan performa positif dari segi jumlah transaksi. Kategori perawatan kecantikan mengalami peningkatan jumlah transaksi sebesar 7% dibanding periode sebelum boikot,” ungkap Hanindia Narendrata, CEO Compas.co.id, Jumat (1/12).

Baca juga: Gaza Terus Dibombardir Israel, Flip Serahkan Donasi Pengguna Senilai Rp 1 Miliar untuk Palestina

Drata – sapaan Hanindia melanjutkan, peningkatan jumlah transaksi terjadi pada kategori Perawatan Kecantikan dengan jumlah transaksi sebanyak 159.000. Artinya, aksi boikot ini tidak

Gerakan boikot ini cukup mempengaruhi referensi pemilihan produk,
terutama terhadap brand-brand yang dinilai oleh masyarakat mendukung atau memiliki keterkaitan dengan Israel.

Compas.co.id adalah bagian dari PT Telunjuk Komputasi Indonesia. Ini adalah perusahaan teknologi yang berdiri sejak tahun 2012 dengan spesialisasi di online data crawling and big data analysis, dan berfokus dalam membantu FMCG brands melalui e-commerce business intelligence tools untuk membuat keputusan
yang lebih cepat dan tajam dengan menyediakan analisis data secara real-time. (nin)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER