Bursa Saham Longsor, Cashlez Tetap Targetkan Listing 6 April 2020

FinTechnesia.com | Bursa saham Indonesia longsor. Namun PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk tetap menyelenggarakan Due Dilligent Meeting dan public expose, Senin (16/3) di  IDX  Incubator,  Menara  Mandiri  I, Jakarta.

Cashlez adalah perusahaan  financial  technology  (fintech) payment gateway operator terlisensi Bank Indonesia (BI). Cashlez mengantongi pernyataan pra efektif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 12 Maret 2020. 

PT Sinarmas Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi. “Kami berharap proses IPO berjalan  lancar  sesuai rencana. Kami akan mendukung  percepatan  digital  ekonomi  di Indonesia dan menciptakan  sinergi  dengan menjadi mitra bank atau non‐bank partner serta solusi bisnis dan penerimaan pembayaran non-tunai terintegrasi bagi para pelaku usaha,” terang Tee Teddy Setiawan, Presiden Direktur Cashlez, Jumat (13/3).

Perseroan ini menargetkan pernyataan efektif OJK  pada 27 Maret 2020 dan  penawaran umum 30 Maret 2020. Kemudian, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)  pada tanggal 6 April 2020.

Duit hasil IPO untuk mengembangkan perusahaan dengan fokus mendorong usaha mikro, kecil dan
menengah (UMKM). Tujuannya agar UMKM naik kelas, sejalan rencana BI menggenjot  digitalisasi sistem pembayaran UMKM. 

Cashlez berdiri sejak tahun 2015. Perusahaan ini menggabungkan sistem aplikasi kasir dan penerimaan pembayaran. Termasuk  pembayaran  dengan kartu dan pembayaran digital (QR code dan pembayaran online) dalam satu aplikasi. Sistem ini dapat memonitor transaksi penjualan bisnis merchant secara realtime. (yof)