Jumat, 9 Desember 2022

Kiat Jitu Merencanakan Keuangan Ketika Ramadan di Tengah Wabah Corona

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Situasi wabah corona memberi kita hadiah dan kesempatan untuk memiliki waktu lebih banyak di rumah. Memperbanyak ibadah dan amalan agar Ramadan kali ini kita menambah lebih banyak pahala. Waktu yang tepat untuk refleksi diri.

Di sisi lain, lesunya kondisi perekonomian dan ketidakpastian membuat kita harus lebih mengencangkan ikat pinggang. Berikut adalah lima tips untuk mengatur finansial di bulan Ramadan 2020 ini:

  • Ketahui kondisi finansial
    Penting kita ketahui, bagaimana situasi COVID-19 ini mengubah kondisi finansial kita. Kekagetan akan kasus Covid-19 di bulan Maret 2020 kemarin, ternyata membuat tagihan membengkak karena membeli hand sanitizer dan perlengkapan untuk menjaga daya tahan tubuh. Tiba-tiba juga kita menjadi khawatir dan melakukan aksi panic buying atau belanja berlebihan. Kita harus tahu bagaimana kondisi keuangan kamu tiga bulan ke depan. Apakah sumber pendapatan masih stabil dan aman? Berapa jumlah tabungan dan cicilan?Dengan mengetahui kondisi keuangan secara nyata, akan terbantu untuk membuat alokasi keuangan. Mendisiplinkan dirik mengontrol pengeluaran dan lebih kreatif dalam mengatur keuangan. Anggaran dana untuk bukber atau berbelanja bisa direlokasi.
  • Mulai dengan membuat bujet bulanan.
    Alokasikan pengeluaran kamu menjadi tiga kategori. Pertama, kebutuhan utama seperti makanan dan pengeluaran rumah tangga (listrik, gas, air, paket internet). Kemudian, alokasikan 5%-10% untuk dana darurat. Tabungan, deposito, emas, dan reksadana Ppsar Uang adalah pilihan instrumen keuangan yang memenuhi cocok untuk menyimpan dan darurat karena mudah di akses, cukup likuid dan aman. Kebutuhan kedua seperti pelengkap sebesar 5%, yakni jajan takjil, kopi atau delivery makanan. Kebutuhan ketiga bersifat hiburan seperti berbelanja baju, gadget dan perintilannya dialokasikan sebesar 5%. Usahakan ketiga kebutuhan ini tidak melampaui dari 30% total pengeluaran bulanan.
  • Aktif mencatat jumlah pengeluaran.
    Perlu disiplin dan pengawasan dari diri sendiri untuk rajin mencatat pengeluaran. Dengan menulis catatan pengeluaran harian menggunakan aplikasi budgeting cerdas
  • Optimalkan THR untuk tujuan finansial jangka panjang.
    Tunjangan hari raya (THR) bukan bonus tambahan yang bisa langsung dihabiskan untuk daftar wishlist. THR itu adalah rejeki tambahan yang berguna untuk kelangsungan hidup ke depan. Prioritaskan THR untuk membayar utang, membangun dana darurat, berinvestasi dan berasuransi. Buatlah tujuan finansial dengan THR. Wabah corona ini mengajarkan kita betapa pentingnya memiliki safety net. Di saat seperti ini, aset kesehatan merupakan prioritas nomor satu. Kini saat yang tepat untuk menimbang memilik asuransi. Dengan produk yang tepat, asuransi memberikan manfat biaya perawatan kesehatan sehingga dana darurat tetap terlindungi. Selain itu, asuransi juga bisa digunakan sebagai bentuk warisan buat anak dan keluarga yang ditinggalkan.
  • Bijak mengeluarkan uang.
    Bersiaplah menghadapi godaan diskon dan tawaran spesial promo menyambut lebaran. Dahulukan kewajiban seperti membayar zakat fitrah. Jika ada dana berlebih, alangkah baiknya memberikan uluran tangan bagi saudara yang membutuhkan. No one has ever become poor by giving more.

Sangatlah penting untuk kita merencanakan kegiatan Ramadan kita. Ernest Febrianto, Head of Corporate Marketing Communications, Avrist Assurance, menjelaskan, dengan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian, kita semakin terdorong menjadi lebih cerdas dan cermat dalam mengatur pengeluaran harian untuk memenuhi kebutuhan pokok.””Avrist Assurance hadir di tengah-tengah keluarga Indonesia menjadi mitra terpercaya dalam memberikan kenyamanan proteksi asuransi, menyisihkan beban finansial dengan menjaga ketenangan hidup untuk keluarga,” imbuh Ernest, Kamis (23/4). (yof)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER