Jumat, 2 Desember 2022

Serangan Siber Nyelonong Saat Rapat Online? Ini Kiat Mencegahnya

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Kasus kebocoran data pribadi dan serangan siber aplikasi video konferensi kembali mencuat. Hasil riset perusahaan security global, Check Point, mewanti-wanti serangan siber yang mungkin terjadi akibat lonjakan penggunaan aplikasi rapat online yang tidak memiliki proteksi enkripsi end-to-end. Check Point menjabarkan, 90% serangan siber dimulai dengan phishing. Sebagian besar bermuara pada minimnya kepatuhan terhadap standar dasar keamanan siber.

Chief of Products and Services Officer Telkomtelstra, Agus F. Abdillah menilai, kesadaran keamanan siber wajar, seiring meningkatnya kebutuhan bekerja secara virtual secara masif, terutama melakukan pertemuan online. Para pengguna aplikasi meeting online ini memiliki kesadaran akan keamanan yang berbeda-beda. Tapi pastinya tetap menuntut prioritas keamanan siber yang optimal. “Berbagai perusahaan teknologi berlomba-lomba menangkap peluang teknologi rapat online yang sedang dibutuhkan konsumen global. Namun, para pengguna harus jeli dalam melihat dampak keamanan siber dari platform yang digunakan,” ujarnya, Senin (4/5)

Agus memberikan sejumlah tips memastikan keamanan platform dalam aktivitas rapat online. Pertama, mencermati standar keamanan aplikasi rapat online yang digunakan, meskipun layanan itu gratis. Konsumen harus secara detail mempelajari informasi dan persyaratan serta panduan penggunaan.


“Karena layanan gratis, sering kali platform rapat online meminta dan mengumpulkan informasi pengguna sebanyak-banyaknya. Pastikan Anda mengetahui pengaturan keamanan pada platform yang dipakai sehingga dapat menjaga privasi Anda seoptimal mungkin. Tujuannya tidak lain untuk memproteksi hal-hal sensitif dan informasi berharga yang disampaikan dalam rapat Anda,” paparnya.

Kedua, pengguna perlu mempelajari rekam jejak platform rapat online. “pakah pernah ada malware ataupun berita kebocoran keamanan terkait dengan layanan itu. Perlu dicari platform yang dapat memberikan informasi terperinci tentang komitmen mereka terhadap keamanan siber. Dan yang mengharuskan peserta untuk terus melakukan update di sistem secara berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan.

Ketiga, apakah platform rapat online itu menyediakan enkripsi dari ujung ke ujung (end to end)? Akses wi-fi publik dapat membuat data pengguna rentan terhadap serangan man-in-the-middle. Dengan tidak adanya proteksi enkripsi end-to-end yang terstandarisasi, risiko peretasan semakin tinggi mengingat potensi aksi penyusupan dalam rapat online yang digelar secara privat .

Telkomtelstra , yang merupakan perusahaan patungan antara Telkom Indonesia dan Telstra Australia, menyediakan solusi Telkomtelsta Teams untuk kebutuhan kolaborasi kerja jarak jauh (a). Solusi bisnis berbasis cloud ini terintegrasi dalam Microsoft Office 365. Kerja secara digital akan menjadi kebiasaan baru dalam bekerja bahkan setelah pandemi berakhir, mengingat kelebihan dalam efisiensi biaya. “Dari sekarang perlu digunakan teknologi yang aman untuk menghindari malware atau pelanggaran data privasi,” tegas Agus. (mrz)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER