Senin, 15 Agustus 2022 | 04:10 WIB

Dampak Corona, OJK Mengendus Mulai Ada Tendensi Pelemahan Sektor Keuangan

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah mengadakan rapat berkala II tahun 2020 pada Kamis (30/04) melalui konferensi video. Rapat dihadiri oleh Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Rapat membahas agenda utama, yaitu asesmen kondisi stabilitas sistem keuangan triwulan I-2020.

Mengutip rilis di situs OJK, Senin (11/5), dari sisi asesmen perkembangan sektor keuangan, OJK mencermati stabilitas sektor jasa keuangan hingga April masih dalam kondisi terjaga. Memang ada tendensi pelemahan sektor riil dan potensi pelemahan sektor keuangan. Yakni melalui tunggakan pembayaran pokok dan bunga meskipun. Meskipun beberapa indikator intermediasi sektor jasa keuangan yang membukukan kinerja positif dan profil risiko industri jasa keuangan tetap terkendali.

Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) menurun. Tapi masih cukup tinggi. CAR pada Maret 2020 sebesar 21,72%, turun dibandingkan Desember 2019, yakni 23,31%. Sementara risiko risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sedikit meningkat. Tapi masih terjaga di 2,77%. Dibandingkan Desember 2019 sebesar 2,53%.

Indikator kecukupan likuiditas juga menunjukkan kondisi yang cukup baik. Rasio Alat Likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) per 22 April 2020 terjaga di 22,36%. Sementara Desember 2019di 20,86%. Masih berada di atas threshold.

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER