Sabtu, 3 Desember 2022

Data KPU Diduga Bocor, Pakar Siber: Data Pemilu Sasaran Utama Para Hacker

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Kebocoran data warga Indonesia yang diduga dari data pemilu di Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus mendapat perhatian. General Manager Asia Tenggarai Kaspersky, Yeo Siang Tiong mengatakan, pemilu menjadi bagian sangat penting dan krits bagi negara dan elemen penting demokrasi. “Data yang dikumpulkan, ditransfer, dan disimpan untuk pemilu juga menjadikannya target yang matang bagi pelaku kejahatan siber,” ujar Yeo, Jumat (22/5). 

Mengamankan data mulai proses menyalurkan hingga penyimpanan menjadi tantangan. Pertama, beragamnya sistem yang dikelola secara lokal. Kedua, mesin turun temurun (legacy machine) yang tidak dirancang untuk dunia yang terhubung.

Ruang siber yang sangat terhubung sekarang, membuka data pemilu bagi para peretas lokal maupun asing. Perangkat keras dan sistem lama juga menambah kesulitan mengamankan data.

Oleh karena itu, penting bagi negara membangun kepercayaan rakyat. Hal yang bisa dilakukan, mendorong transparansi dalam sistem. “Ini berarti membuka kemungkinan audit terbuka yang dapat disaksikan oleh masyarakat dan menunjukkan, pemilu adalah sesuatu yang ditanggapi dengan serius,” beber Yeo.

Baca Juga: Busyet, Hackers Mengaku Memiliki Data 200 Juta Masyarakat Indonesia dan Siap Menyebarkan

Menurutnya, negara  dapat melibatkan para ahli sektor keamanan siber  menilai risiko dan menambal celah keamanan, Meningkatkan kepercayaan, dan memperbarui sistem pemilihan akan membutuhkan kolaborasi terbuka di antara organisasi publik dan swasta.

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER