Minggu, 26 Mei 2024
FINTECHNESIA.COM |

DBS Treasures Menghadirkan Strategi Manajemen Kekayaan Sesuai Kebutuhan Nasabah

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Bank DBS Indonesia melihat peluang cukup besar di segmen priority banking Indonesia. Sebanyak 1,8 juta orang memiliki aset US$ 100.000 hingga US$ 1 juta. Ditambah, jumlah investor pasar modal pada tahun 2020 juga meningkat sebesar 56% dibandingkan tahun 2019. 

Peluang ini diambil oleh Bank DBS Indonesia melalui DBS Treasures, sebagai upaya menjadi mitra manajemen kekayaan terpercaya. Namun, terdapat perubahan cukup signifikan di segmen priority banking, termasuk demografi nasabah yang semakin muda, evolusi digital yang meengaruhi cara transaksi perbankan saat ini. Terlebih dengan adanya implikasi dari pandemi.

Sejak pertengahan tahun lalu, DBS melakukan studi untuk mengetahui keinginan dan tantangan nasabah. “Dipengaruhi pergerakan dunia ekonomi yang cepat, rendahnya literasi keuangan, serta terbatasnya waktu mereka untuk mengetahui lebih lanjut, nasabah memiliki keraguan dalam mengambil keputusan investasi,” ujar Direktur Consumer Banking Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung, Selasa (16/3).

Di sisi lain, riset tahunan Bank DBS Indonesia menemukan beberapa parameter utama yang dibutuhkan nasabah prioritas. Yaitu kebutuhan mendapatkan wawasan finansial yang menyeluruh dan personal, disampaikan secara proaktif, serta solusi digital inovatif melakukan transaksi investasi.

Karena itulah DBS Treasures melakukan transformasi dengan strategi manajemen kekayaan yang mencermati kebutuhan nasabah. Sehingga mereka dapat yakin mengambil keputusan investasi akurat di saat yang tepat. Transformasi ini sejalan dengan misi DBS Treasures untuk membentuk future of banking dan menjadi mitra manajemen kekayaan terpercaya yang memaksimalkan keputusan investasi nasabah. 

DBS Treasures berupaya menjawab kebutuhan para nasabah. Fokus pada tiga komitmen, yakni proaktif menganalisa dan menyampaikan insight terkini, tim ahli berbasis profil risiko nasabah dan data pasar terbaru, serta inovasi digital berkelanjutan untuk mempermudah komunikasi dan transaksi investasi,” ujar Head of Segmentation, Liabilities and Mortgage PT Bank DBS Indonesia, Festia Pisa Valensia. 

Komitmen tersebut divalidasi kembali oleh survei terhadap 3.000 responden untuk memastikan penawaran ini cukup unik dan mudah dimengerti. Hingga 70% menganggap konsepnya relevan dengan kebutuhan mereka, 91% percaya bahwa DBS Treasures dapat membuat mereka merasa yakin dalam pengambilan keputusan investasi, dan 45% ingin mencari tahu serta bergabung dengan DBS Treasures.

DBS Treasures mengaplikasikan The 90-10 Rule. “Bank akan melakukan 90% dalam mempertajam strategi kekayaan dan nasabah hanya perlu melakukan 10% yaitu mengambil keputusannya. Strategi kekayaan ini disusun oleh tim ahli. Terdiri dari Market Intelligence, Data Scientist, Product Specialist, dan Relationship Manager tersertifikasi,” lanjut Festia.

Executive Director, Wealth Management Talent Rotation, Bank DBS Indonesia, Keng Swee menambahkan, Bank DBS Indonesia kerap memaksimalkan kapabilitas digital, menghadirkan inovasi-inovasi terbaru agar nasabah dapat meraih semua peluang. “Kami menghadirkan layanan transaksi investasi yang komprehensif dari mana saja dan kapan saja melalui Aplikasi digibank by DBS. Selain itu, nasabah dapat memperoleh market alert melalui media pilihannya, dari email, WhatsApp, hingga video call,” lanjut Keng Swee.

Jumlah nasabah DBS Treasures yang melakukan transaksi valas melalui aplikasi digibank by DBS tumbuj hampir empat kali lipat di periode yang sama. DBS Treasures memiliki hampir 56.000 nasabah priority banking di 31 cabang di Indonesia di 14 kota. Menargetkan pertumbuhan nasabah 12% dengan pertumbuhan dana kelolaan 14% di akhir 2021. (mrz)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER