Minggu, 23 Juni 2024
FINTECHNESIA.COM |

Gawat, Mengincar Gamer Anak-Anak,  Serangan Siber Meningkat

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Kaspersky menemukan, penjahat dunia maya meluncurkan lebih dari 7 juta serangan terhadap anak-anak. Mereka mengeksploitasi game populer pada tahun 2022. 

Laporan terbaru Kaspersky berjudul“The Dark Side Of Kids’ Virtual Gaming Worlds” mengungkapkan, risiko bagi pemain muda dalam game online dan fokus serangan pada kelompok usia ini meningkat sebesar 57% dibandingkan tahun 2021.

Halaman phishing yang digunakan oleh penjahat dunia maya untuk menargetkan pemain muda sebagian besar meniru judul global. Termasuk game Roblox, Minecraft, Fortnite, dan Apex Legends.

Untuk menjangkau perangkat orang tua, para penjahat dunia maya dengan sengaja membuat situs game palsu yang membangkitkan minat anak-anak untuk mengikuti halaman phishing dan mengunduh file berbahaya.

Baca juga: Tahun 2023, Kaspersky Memandang, Masalah Privasi Masih Dihadapi Masyarakat

Dalam laporan ini, pakar Kaspersky menganalisis ancaman terkait game online paling populer untuk anak usia 3-16 tahun. Solusi keamanan Kaspersky mendeteksi lebih dari 7 juta serangan dari Januari 2022 dan Desember 2022. 

Dibandingkan tahun 2021, penjahat dunia maya melakukan 4,5 juta serangan. Sehingga ini meningkat sebesar 57 persen pada tahun 2022.

Pada tahun 2022, sebanyak 232.735 pemain menemukan hampir 40.000 file, termasuk malware dan aplikasi yang berpotensi berbahaya dan disamarkan sebagai permainan anak-anak paling populer.

Anak-anak di usia ini sering tidak memiliki komputer sendiri dan bermain dari perangkat orang tua, ancaman yang disebarkan oleh penjahat dunia maya kemungkinan besar ditujukan untuk mendapatkan data kartu kredit dan kredensial orang tua. (jun)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER