Senin, 15 April 2024
FINTECHNESIA.COM |

Asosiasi Blockchain Indonesia dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (A-B-I & Aspakrindo) Serta Indonesia Crypto Network (ICN) Kembali Terbitkan Lanskap Web3 Indonesia 2023

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Ekosistem blockchain dan aset kripto di Indonesia dari
tahun ke tahun semakin berkembang secara signifikan. Terbukti, dengan
banyaknya perusahaan maupun proyek berbasis blockchain yang bermunculan di
Indonesia.

Data terakhir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) per September 2023, terdapat 1.629 perusahaan dan startup yang telah terdaftar di sistem Online Single Submission (OSS) dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Industri (KBLI) 62014. Ini terkait Aktivitas Pengembangan Teknologi Blockchain.

Sedangkan total investor aset kripto Indonesia per November 2023 yang sudah mencapai angka 18,25 juta. Data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) itu, jauh lebih besar dibanding total investor di pasar modal yang hanya 9,98 juta.

Dalam Indonesia Web3 Landscape 2022 sebelumnya, hanya terdapat 12 kategori pelaku industri dalam ekosistem blockchain. Namun, pada tahun 2023, lanskap
lebih komprehensif mengenai perkembangan dan pemetaan industri serta
instansi yang terlibat dalam sektor Web3 di Indonesia.

Fokusnya tidak terbatas pada pelaku usaha lokal, juga mencakup perusahaan global yang turut mendorong, berkontribusi, dan mendukung evolusi Web3 di Indonesia.

Asosiasi memperluas kategorinya menjadi 15 bagian, antara lain:
● Pemerintah dan Institusi Terkait
● Infrastructure & Active Protocols
● Blockchain Development & Consulting
● Media dan Edukasi (Edutainment)
● Platform Sosial Berbasis Blockchain
● NFT dan Metaverse
● Pedagang Aset Kripto (Exchanges) dan OTC
● Layanan Berbasis Blockchain
● Platform Perangkat Investasi
● Wallet Providers
● Platform Anti Pencucian Uang (Anti-Money Laundering/AML)/Pemantauan
Transaksi
● Token
● Pendanaan
● Game Berbasis Web3
● Platform Layanan Pendukung Ekosistem Web3

Semua kategori baru ini mencerminkan peningkatan inovasi, efisiensi, dan
keandalan layanan, mencakup berbagai aspek, mulai dari transaksi hingga kebutuhan hiburan.

Baca juga: Pengadopsian Blockchain untuk Sokong Masa Depan Sektor Keuangan Indonesia

Perkembangan ini mengindikasikan adanya dorongan yang kuat menciptakan ekosistem Web3 yang lebih matang dan beragam. Pemetaan lanskap ini bertujuan untuk menyoroti keberlanjutan dan keragaman yang semakin meningkat dalam industri ini.

Aset kripto dan teknologi Blockchain memiliki berbagai aplikasi, menawarkan banyak peluang untuk kolaborasi dan sinergi dengan berbagai sektor lainnya. Dengan memetakan kondisi industri saat ini memungkinkan pihak-pihak baru bergabung dan berkolaborasi bersama entitas yang sudah berdiri.

“Asosiasi juga berharap dapat menempatkan Indonesia sebagai pemimpin global yang inklusif dan ramah dalam industri yang bergerak dibidang aset kripto dan blockchain,” ucap Steven Suhadi, Wakil Ketua Umum Bidang Literasi dan
Edukasi Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) & Asosiasi Pedagang Aset Kripto
Indonesia (Aspakrindo), pekan lalu.

Selaras dengan berkembangnya ekosistem blockchain dan aset kripto Indonesia,
pada kuartal IV 2023, A-B-I & Aspakrindo juga mengalami pertumbuhan anggota. Total anggota meningkat 37%, mencapai 67. Hal ini mencerminkan perubahan industri di Indonesia dengan mengindikasikan adopsi yang meningkat dan minat yang kuat terhadap ekosistem blockchain serta aset kripto.

“Hal ini juga berdampak pada penguatan peran A-B-I & Aspakrindo sebagai wadah kolaborasi untuk terus mendukung para pelaku industri yang bergerak dibidang blockchain dan aset kripto. Diharapkan dapat menjadi guide awal untuk kawan-kawan yang ingin memasuki industri ini,” ujar Asih Karnengsih, Direktur Eksekutif A-B-I & Aspakrindo.

Meskipun pasar kripto mengalami bear market, industri kripto dan web3 di Indonesia tetap berkembang dengan teknologi blockchain yang semakin digunakan
untuk berbagai use-cases. Keterlibatan pemerintah dan institusi menandakan
gelombang adopsi selanjutnya, yang tidak hanya fokus pada ritel dan individu, tetapi juga pada lembaga pemerintah. (jun)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER