Minggu, 14 April 2024
FINTECHNESIA.COM |

Pertamina Geothermal Energy Tunjuk Yurizki Rio Sebagai Direktur Keuangan dan Umumkan Kinerja Produksi

BACA JUGA




FinTechnesia.com | PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (12/2). Agenda utama dari RUPSLB ini mengumumkan penunjukkan Yurizki Rio sebagai direktur keuangan, menggantikan Nelwin Aldriansyah yang sudah menjabat selama tiga tahun.

Kehadiran Yurizki ini diharapkan menjadi stimulus positif untuk mendorong kinerja bisnis Perseroan semakin membaik di masa depan. Komisaris Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Sarman Simanjorang menyatakan pergantian kepengurusan direksi ini menjadi hal wajar.

“Langkah strategis ini guna memperkuat manajemen keuangan dan mempercepat pencapaian tujuan perusahaan di industri panas bumi yang semakin potensial masa depannya,” kata Sarman, pekan lalu.

Sarman menilai pengalaman Yurizki Rio yang sudah teruji di industri investment banking, corporate finance, dan investor relation menjadi faktor utama untuk mengoptimalkan kinerja keuangan Perseroan.

Yurizki Rio merupakan profesional pemegang gelar sarjana dari University of Texas, Dallas, Amerika Serikat dan penyandang gelar master dari Universitas Prasetya Mulya. Dari kedua pendidikan tinggi tersebut, ia secara konsisten menekuni program studi keuangan (finance). 

Yurizki Rio sebelumnya menempati posisi Direktur – Head of Investment Banking Advisory/M&A di PT BNI Sekuritas (BNIS). Sebagai profesional yang sudah 15 tahun berkecimpung di industri keuangan, ia memiliki spesialisasi keahlian dalam mencari sumber pembiayaan atau pendanaan, restrukturisasi utang, merger dan akuisisi serta membuat model sistem pembayaran digital.

Baca juga: Analis Sebut Potensi PGEO Menjanjikan Setelah Masuk Indeks LQ45

Selain mengumumkan pergantian direksi, emiten berkode saham PGEO ini menyampaikan juga laporan kinerja produksi perusahaan yang positif untuk tahun 2023. Realisasi produksi hingga September 2023 mencapai 3.586 Gigawatt jam (GWh). Ini menunjukkan peningkatan produksi sebesar 4,3% di periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Direktur Utama PGEO, Julfi Hadi menyampaikan, peningkatan produksi tersebut disebabkan beberapa faktor. “Seperti selesainya proyek pemipaan debottlenecking di area Ulubelu dan adanya percepatan penyelesaian aktivitas pemeliharaan terencana di sejumlah pembangkit listrik di wilayah kerja PGEO,” terang Juli.

PGE juga mengumumkan pencapaian lain yang diraih di tahun 2023. Salah satunya pembentukan joint venture company (JVC), yaitu PT Cahaya Anagata Energy bersama Chevron New Energies Holdings Indonesia Ltd. (Chevron) untuk mengembangkan Wilayah Kerja Panas bumi (WKP) Way Ratai, Lampung. 

PGE saat ini mengelola 13 WKP dan 1 Wilayah Kerja Penugasan dengan kapasitas terpasang sebesar 1.877 MW. Dalam menjalankan operasional bisnis, PGE memiliki kredensial ESG yang sangat baik dengan 16 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 dalam penghargaan kepatuhan lingkungan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Peringkat & Keterlibatan ESG. (kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER