Sabtu, 1 Oktober 2022

Virus Corona Menerjang, Begini Kondisi Industri Keuangan Tanah Air

BACA JUGA

- Advertisement -

Fintechnesia.com | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan kebijakan stimulus demi menjaga pertumbuhan perekonomian nasional, mengantisipasi down-side risk penyebaran virus corona. “Kebijakan stimulus OJK ini diharapkan memitigasi dampak pelemahan ekonomi global terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional,” kata Ketua
Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu (26/2).

Tapi bagaimana kondisi industri keuangan Indonesia saat corona menerjang? Menurut OJK, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan Januari 2020 sejalan perkembangan di perekonomian domestik. Kredit perbankan bertumbuh 6,1% year on year (yoy). Ditopang kredit investasi tetap tumbuh dobel digit di level 10,48% yoy.

Piutang pembiayaan multifinance meningkat 2,4% yoy.
Di tengah pertumbuhan intermediasi lembaga jasa keuangan, profil risiko terkendali dengan rasio non performing loan (NPL) gross 2,77% da NPL net 1,04%. Sedangkan rasio NPF sebesar 2,56%. Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh sebesar 6,8% yoy, lebih tinggi dari capaian tahun lalu.

Sementara sepanjang Januari 2020, industri asuransi berhasil menghimpun premi Rp 26,2 triliun. Tumbuh 9,7% yoy.

Sementara, likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level memadai. Liquidity coverage ratio dan rasio alat likuid/non-core deposit masing-
masing sebesar 208,73% dan 101,49%. Jauh di atas threshold masing-masing 100% dan 50%.

Permodalan lembaga jasa keuangan terjaga stabil pada level yang tinggi. Capital adequacy ratio perbankan sebesar 22,83%. Sejalan dengan itu, risk-based capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 789% dan 345%,
jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120%.(eko)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER