Selasa, 9 Agustus 2022 | 23:33 WIB

Waspada, UKM Indonesia Jadi Sasaran Penambang Kripto

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Beberapa penelitian terbaru Kaspersky mengungkapkan, upaya serangan siber berupa pelanggaran data dan ransomware. Statistik baru perusahaan keamanan siber global ini menunjukkan, ancaman terbesar dalam usaha kecil dan menengah (UKM) di Asia Tenggara bukan keduanya, melainkan para penambang kripto (miners).

Tiga bulan pertama tahun 2020, solusi Kaspersky menggagalkan lebih dari satu juta upaya penambangan terhadap perangkat bisnis di Asia Tenggara. Lebih tinggi dibandingkan 949.592 insiden penambangan yang diblokir pada periode yang sama tahun lalu.

Jumlah total upaya penambangan yang terdeteksi pada kuartal I-2020 ini juga secara signifikan lebih banyak dari 834.993 upaya phishing dan 269.204 deteksi ransomware terhadap UKM di wilayah tersebut. Betul, bahaya penambangan lebih ringan dibandingkanransomware, pelanggaran data, dan sejenisnya. Tapi tetap merupakan risiko yang harus dipertimbangkan oleh sektor UKM. “Para pelaku kejahatan siber di balik serangan ini menggunakan sumber daya Anda sendiri. Listrik Anda, bandwidth data Anda, ke hardware perangkat Anda yang tentu sama sekali tidak murah,” jelas Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky, pekan lalu.

Penambangan kripto menggunakan malware penambangan seluler membuat baterai perangkat yang terinfeksi membengkak hingga mengubah bentuk ponsel secara fisik. Juga harus wasapada penambangan kripto berbahaya, juga dikenal sebagai cryptojacking. Ini serangan yang dapat menimbulkan kerugian baik langsung maupun tidak langsung bagi bisnis.

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER