Senin, 5 Desember 2022

Lebih Selektif dan Cari Profit, Pendanaan Swasta ke Sektor Digital Indonesia Menurun

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Pendanaan swasta ke sektor digital Indonesia mulai mengalami penurunan pada semester I/2022. Menurut laporan Google, Temasek, dan Bain & Company, nilainya tercatat sebesar US$3 miliar dari 302 kesepakatan sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Nilai pendanaan swasta ke sektor digital Indonesia mengalami penurunan 40% dibandingkan semester I 2021 yang sebesar US$ 5 miliar.

Berdasarkan sektornya, layanan keuangan digital paling banyak mendapatkan porsi pendanaan swasta pada semester I/2022, yakni 44%. Sektor terbesar kedua adalah e-commerce dengan proporsi sebesar 23%. 

Baca juga: Data Google Trends, Temasek, dan Analisis Bain Memproyeksi, Ekonomi Digital Indonesia Sentuh GMV Senilai US$ 77 miliar pada 2022 

Lalu, proporsi pendanaan swasta ke sektor transportasi online dan media online masing-masing sebesar 2% dan 4%. Adapun, sektor lainnya meraih pendanaan swasta hingga 26%.

Penurunan pendanaan swasta ini seiring perubahan sikap investor dalam menanamkan modalnya. mereka kini lebih memprioritaskan profitabilitas dan lebih ketat menilai valuasi dari perusahaan rintisan (startup).

“Modal ventura kemungkinan hanya berinvestasi di startup portofolio atau yang sudah didanai ketimbang menjelajahi startup yang belum terbukti,” tulis laporan tersebut pekan lalu. (jun)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER