Minggu, 16 Juni 2024
FINTECHNESIA.COM |

Ninja Xpress Mendorong Independensi UKM Melalui Pemanfaatan Social Commerce

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi, Ninja Xpress meluncurkan hasil riset Suara UKM Negeri Vol 4. Riset ini membahas tentang Seluk Beluk Social Commerce di Indonesia.

Menggandeng Milieu Insight, studi ini melibatkan lebih dari 600 responden para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang berjualan secara online untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pemanfaatan social commerce untuk menjangkau target market dan meningkatkan penjualan.

Istilah social commerce merupakan platform yang dimulai dari unsur sosial. Digunakan untuk mengembangkan basis pengguna sehingga dapat dimonetisasi untuk berjualan. 

Berdasarkan riset Suara UKM Negeri Vol 3 tentang “Bagaimana Masa Depan pembelanja online atau e-shopper di Indonesia?” Menemukan mengenai kelompok e-shopaholics yang merupakan kelompok pembeli online (e-shoppers) yang sudah terbiasa dan terus menerus berbelanja online.

Riset tersebut menemukan, media sosial adalah mesin pencari masa kini bagi para e-shopaholics dan mereka terbiasa berbelanja multi-platform yaitu di marketplace ataupun di social media.

Andi Djoewarsa, Chief Marketing Officer Ninja Xpress menjelaskan, era digital adalah era yang dinamis dan transformatif, kerap mengalami perubahan. Pelaku UKM tidak lagi disarankan bergantung kepada salah satu platform belanja atau transaksi online. 

Strategi  multiplatform dapat meminimalisir dampak bisnis apabila salah satu platform sedang menghadapi isu tertentu. “Kami juga mendorong pelaku UKM terus mengembangkan potensi bisnisnya dengan mengembangkan situs online UKM-nya masing-masing dan memaksimalkan pemanfaatan social commerce untuk meningkatkan pendapatan,” terang Andi, belum lama ini.,

Untuk memenuhi kebutuhan para pelaku UKM, Ninja Xpress menghadirkan layanan pembuatan website bagi para pelaku UKM. Sehingga mereka dapat memiliki their own platform yang memberikan akses bagi mereka untuk mengembangkan bisnis dan memaksimalkan penjualan di social media mereka.

Selain itu layanan foto dan video produk yang disediakan oleh Ninja Xpress diharapkan dapat membantu relevansi antara konten dengan produk yang dijual oleh UKM tersebut. 

Untuk mengetahui lebih lengkap terkait social commerce, Ninja Xpress melalui riset Suara UKM Negeri Vol. 4  memberikan insight tentang social commerce dan menemukan tiga alasan mengapa  social commerce penting dalam mendukung peningkatan penjualan. 

Baca juga: Modal Rakyat Targetkan Salurkan Pembiayaan Rp 50 Miliar Melalui Ninja Xpress

  1. Audiens: Social commerce memiliki audience yang lebih luas dari marketplace

    48% seller mengatakan, social commerce dapat menyediakan lebih banyak pelanggan potensial yang dapat ditargetkan. Karakteristik platform social-first adalah unsur sosial. Seperti dampak dari banyaknya pengikut dan konten buatan UKM, yang dimanfaatkan untuk membangun database dari konsumen. Oleh karena itu, UKM mengatakan ada lebih banyak pelanggan potensial yang dapat ditargetkan.

    Platform e-commerce-first, seperti Marketplace, perlu membayar lebih untuk membangun basis pengguna. Biaya pemasaran yang besar untuk mendatangkan konsumen ini kemudian dibebankan kepada UKM yang berjualan di platform tersebut. 
  1. Relevansi: Social Commerce mempermudah UKM menemukan target audience mereka dengan konten yang relevan

    37% seller mengatakan, social commerce membuka peluang mereka untuk lebih mudah untuk dikenal oleh target audiens yang relevan. Ketika sebagian besar orang mengunjungi platform social-first, biasanya mereka ingin mencari hiburan. Hal ini menciptakan peluang untuk Anda sebagai penjual dalam membuat konten yang kreatif dan relevan dengan brand untuk menarik perhatian pembeli (dan dompet mereka). 
  1. Diversifikasi: Social Commerce membantu melakukan diversifikasi sehingga dapat menjangkau lebih banyak pembeli

34% dari seller mengatakan bahwa mereka perlu mendiversifikasi kanal penjualan mereka untuk menargetkan audiens yang lebih beragam. Menurut database Ninja Xpress tentang penjual social commerce di Asia Tenggara, 9 dari 10 orang mendirikan toko di marketplace atau menjalankan brand.com mereka. 

Hal ini menunjukkan, dengan memanfaatkan berbagai platform untuk promosi produk dan juga penjualan, para pelaku UKM sebenarnya telah mulai memanfaatkan platform social commerce dalam mendukung transaksi jual beli mereka. 

Selain peluang dari platform social commerce, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UKM untuk memaksimalkan pemanfaatan social commerce.

Sebanyak 50% dari seller menyampaikan bahwa mereka masih memiliki kesulitan untuk membuat konten yang efektif. Lalu 48% dari seller juga mengatakan sulit untuk mengejar algoritma platform yang terus berubah. 


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER