Senin, 27 Mei 2024
FINTECHNESIA.COM |

Bitcoin Menguat Pasca Halving, Pasar Mewaspadai Data Ekonomi Pekan ini

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Bitcoin (BTC) mulai kembali pulih awal pekan ini dengan melampaui US$ 65.000, Dan berhasil bangkit dari keterpurukan pada perdagangan pekan lalu dimana BTC sempat anjlok hingga ke level US$ 60.000. 

Selasa (23/4) pukul 08:00 WIB, Bitcoin (BTC) bergerak di US$ 67.045 melonjak 3,45% dalam 24 jam terakhir dan menguat 5,5% dalam periode tujuh hari terakhir.

Sementara Ethereum (ETH) bertengger di US$ 3.218. Naik sebesar 2,23% dalam 24 jam terakhir dan menguat 4,45% dalam periode tujuh hari terakhir. Adapun, total kapitalisasi pasar aset kripto naik 3,15% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 2,39 triliun. 

Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel sempat membawa Bitcoin anjlok ke bawah US$ 61.000 pada Jumat (19/4), sehari sebelum Bitcoin halving. Di sisi lain, perdagangan ETF bitcoin spot AS mengalami arus keluar bersih (net outflow) selama dua pekan berturut-turut. Periode 15 April hingga 19 April ditutup  net outflow sebesar US$ 204 juta.

Baca juga : Dinamika Harga Bitcoin Menjelang Halving Keempat

Jaringan Bitcoin mencatat lonjakan biaya transaksi sebelum halving sebagai akibat dari munculnya Runes Protokol yang dikembangkan oleh penemu Ordinals, Casey Rodarmor.

Peristiwa Bitcoin halving ke-4 akhirnya sukses terlaksana pada hari Sabtu (20/4) pukul 07:00 WIB. Halving kali ini terjadi pada ketinggian blok 840.000 dan ketika halving terjadi Bitcoin berada di kisaran US$ 64.000. 

Menurut Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha, Bitcoin halving tidak secara langsung menyebabkan lonjakan harga BTC secara instan. BTC kemungkinan dapat bergerak sideways atau turun untuk sementara waktu pasca halving, Namun ini tidak berarti pasar bullish telah berakhir.

“Potensi bullish kemungkinan besar akan kembali berlanjut beberapa bulan pasca halving  hingga dapat mendorong BTC melampaui all time high $73.000 dan alt season akan kembali terjadi,” terang Panji, dalam rilis ke FinTechnesia, Selasa (23/4).

Total pasokan Bitcoin (BTC) hanya akan ada 21 juta BTC. Saat ini sudah ada 93,76% BTC yang telah ditambang. Bitcoin halving mengacu pada pengurangan separuh imbalan bagi para miner yang berhasil menambahkan blok baru ke blockchain Bitcoin (BTC). Bitcoin halving kali ini membuat reward untuk setiap blok baru dibagi setengah dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC.

Ke depan, peristiwa Bitcoin halving akan berlanjut hingga BTC terakhir diperkirakan akan ditambang pada sekitar tahun 2140. Setelah itu, para miner hanya akan memperoleh penghasilan dari biaya transaksi. 

Sementara, jaringan Ethereum melaporkan pendapatan yang kuat sebesar US$ 365 juta pada kuartal I 2024, dengan pertumbuhan pendapatan 155% yoy. Faktor utama yang berkontribusi terhadap pertumbuhan substansial ini adalah lonjakan aktivitas keuangan terdesentralisasi (DeFi) selama kuartal tersebut.

Menurut Panji, secara teknikal, pekan ini BTC berupaya menuju ke area resistance US$ 69.000 dengan menguji area MA-50 terlebih dahulu di sekitar US$ 67.500. “Namun, jika mengalami rejection MA-50 maka potensi melemah ke support US$ 64.000,” lanjut Panji.

Setelah disetujui pada pekan lalu, pasar menantikan dimulainya perdagangan ETF Bitcoin dan Ethereum (ETH) di Hong Kong pertama kali diperkirakan dibuka akhir April 2024.

Di sisi lain,  pasar akan memantau data ekonomi Amerika Serikat. Seperti rilis pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS Kamis  (25/4)  serta data  indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) di AS pada Jumat (26/4) yang merupakan indeks harga The Fed.

Pekan depan The Fed akan mengadakan pertemuan (FOMC) lagi pada 30 April hingga 1 Mei. Para pejabat kini berada dalam masa tenang menjelang pertemuan tersebut. (iwa)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER