Jumat, 2 Desember 2022

Di Tengah Kepanikan Pandemi Virus Corona, Penjahat Siber Siap Mencuri Data Anda, Begini Modusnya..

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Ada saja yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Seiring maraknya kasus virus corona, datanglah teknik gencar dari para pelaku kejahatan siber. Penjahat dunia maya ini memanfaatkan kepanikan publik di tengah pandemi global itu.

Kaspersky terus mendeteksi alat serangan baru yang digunakan oleh para aktor ancaman terkait COVID-19. Pada pekan pertama bulan Februari, perusahaan keamanan siber global itu memperingatkan publik tentang file pdf, mp4 dan docx berbahaya yang disamarkan sebagai dokumen yang berkaitan dengan virus corona.

Sepekan kemudian, para ahli mengungkapkan kedok email phishing yang dikirimkan kepada masyarakat yang khawatir akan virus tersebut. Agar lebih dipercaya, para pelaku kejahatan siber menggunakan Centers for Disease Control and Prevention, lembaga resmi di Amerika Serikat sebagai sumber email dengan rekomendasi tentang virus corona. Email tersebut awalnya terlihat sah sampai Anda mengklik domain yang meyakinkan, cdc-gov.org. Selanjutnya Anda akan diarahkan menuju halaman login Outlook, halaman phising dimaksudkan untuk mencuri kredensial email. Begini tampilannya..

Penjahat siber meniru email dari badan resmi Amerika Serikat, CDC


Salah satu kampanye spam terbaru adalah peniruan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sekaligus menunjukkan para pelaku kejahatan siber mengenali dan memanfaatkan peran penting WHO dalam memberikan informasi terpercaya seputar virus corona. Para pengguna menerima email yang diduga dari WHO, yang berisi informasi tentang langkah-langkah keamanan menghindari infeksi.

Setelah pengguna mengklik tautan dalam email, mereka akan diarahkan ke situs web phishing dan diminta untuk berbagi informasi pribadi. Sehingga akan berakhir di tangan para perlaku kejahatan siber. Penipuan ini, menurut para ahli Kaspersky terlihat lebih realistis dibandingkan contoh kasus lain. Seperti dugaan sumbangan dari Bank Dunia atau IMF bagi yang membutuhkan pinjaman. Begini tangkapan layar spam meniru WHO..

Pemalsuan email seolah dari WHO

Teknologi deteksi Kaspersky juga menemukan file berbahaya yang disamarkan sebagai dokumen yang terkait dengan virus. File-file berbahaya itu ditutup dengan kedok file pdf, mp4 dan docx tentang virus corona. Nama-nama file menyiratkan bahwa mereka berisi instruksi video tentang cara melindungi diri dari virus, pembaruan pada ancaman dan bahkan prosedur deteksi virus, yang sebenarnya tidak demikian.

Beberapa file berbahaya tersebar melalui email. Misalnya, file Excel yang didistribusikan melalui email dengan kedok daftar korban virus korona yang diduga dikirim dari WHO. Padahal Trojan-Downloader, yang diam-diam mengunduh dan menginstal file berbahaya lain. Atau Trojan-Spy yang dirancang untuk mengumpulkan berbagai data, termasuk kata sandi, dari perangkat yang terinfeksi dan mengirimkan ke para pelaku kejahatan siber.

Baca Juga: Wah, Virus Corona Berkolaborasi dengan Virus Siber, Kok Bisa?

Rupanya ketika ahli medis bergegas menemukan obat penawar virus corona, pelaku kejahatan siber sama-sama sibuk mencoba teknik dan taktik baru untuk menghasilkan uang memanfaatkan kepanikan publik. “Kami mengimbau seluruh masyarakat tetap tenang, sekaligus berhati-hati,” terang Stephan Neumeier, Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Jumat (13/3).

Di wilayah Asia Pasifik, Kaspersky mendeteksi 93 malware terkait virus corona di Bangladesh, 53 di Filipina, 40 di China, 23 di Vietnam, 22 di India dan 20 di Malaysia. Deteksi satu digit dipantau di Singapura, Jepang, Indonesia, Hong Kong, Myanmar dan Thailand. (mrz)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER