Rabu, 7 Desember 2022

Pandemi Corona, Dunia Hiburan dan Event Move On ke Platform Online

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Dampak pandemi corona atau COVID-19, dunia hiburan tidak kekurangan kreativitas dan inovasi, agar tetap eksis dan menghibur. Untuk sementara, mereka memindahkan semua panggung hiburan, event, dan selebrasi ke medium online. “Secara global, trennya semua pindah ke online,” ujar Andhika Soetalaksana, Vice President Sales dan Partnership KiosTix, pekan lalu.

Sudah banyak contoh sukses konser via online. Seperti Band Navicula sukses menggelar konser streaming melalui YouTube. Kemudian Eva Celia dan Randy Pandugo yang menggelar konser streaming pekan lalu, sukses diakses banyak penggemar.

Musisi muda Danilla Riyadi juga telah menggelar konser streaming bersama band-nya, yang banyak diakses para penggemarnya. Najwa Shihab yang menggelar talk show streaming mengumpulkan dana charity Rp 1,5 miliar melalui platform show by online ini.

Untuk musisi dunia, Chris Martin, vokalis Coldplay, menggelar konser streaming di rumahnya sambil menjalani self-quarantine, dan disiarkan melalui Instagram. Aksi Chris Martin itu, menginspirasi musisi John Legend menggelar konser serupa. Dengan bermain piano dan menyanyikan hits-nya Everybody Knows ditemani sang istri artis Chrissy Teigen. Selain itu, Charlie Puth kembali melakukan konser bertajuk #Divebartour dari rumah didukung oleh Bud Light, hari ini.

Setiap musisi, baik yang tenar maupun indie kini juga bisa memanfaatkan situs Soundcloud yang pada akhir Maret 2020 ini, mengumumkan kolaborasi dengan situs Twitch, untuk memfasilitasi konser live streaming. Dan mengeruk penghasilan di kala pandemi. Banyak kelebihan konser via Twitch ini. Misalnya grup hardcore, Code Orange, yang menggelar konser via Twitch 14 Maret lalu, ditonton 13.000 orang secara online. Karena Twitch sebagian besar pengaksesnya merupakan pengguna berbayar, royalti yang didapat lumayan besar. Apalagi Twitch menganut pembagian royalti yang adil.

“Kami di KiosTix saat ini juga telah menyediakan platform penjualan tiket live streaming untuk konser musik maupun event online lain,” ujar Andhika. Beberapa event online terbukti penjualan tiketnya cukup bagus. “Sebenarnya ini diferensiasi pasar saja, karena sebelum pandemi, sebenarnya juga sudah banyak event yang diselenggarakan online dan tiket manajemennya melalui kami. Tetapi kini, trend seperti itu semakin banyak dilakukan,” tambah Andhika Soetalaksana. Tidak hanya konser musik, show by online juga bisa dilakukan untuk berbagai kegiatan lain. Seperti seminar, olahraga virtual, kuliah, pameran, dan berbagai varian kegiatan industri event organiser lain.

Menurut Andhika, kecenderungan global pemasukan terbesar para musisi dalam 10 tahun terakhir ini, sebagian besar didapat dari konser dan penjualan merchandise resmi. KiosTix mencoba memberikan solusi ini dengan menawarkan platform penjualan tiket live streaming dan juga penjualan merchandise online melalui startup Fangir dan KiosMusic. (yof)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER