Pandemi Mengubah Kebiasaan Belanja Uang di Asia Pasifik

FinTechnesia.com | Dampak pandemi, antusiasme terhadap berbagai teknologi pembayaran telah meningkat di kawasan Asia Pasifik. Sebanyak 94% orang mengatakanm akan mempertimbangka menggunakan setidaknya satu metode pembayaran yang baru muncul. Seperti kode QR, dompet digital atau mobile wallet, rencana cicilan, mata uang kripto, biometrik dan lainnya, di tahun mendatang.

Temuan tersebut berdasarkan Mastercard New Payments Index di 18 negara secara global. Termasuk India, Australia, dan Thailand. Indeks itu mengungkapkan84% konsumen di Asia Pasifik memiliki akses ke lebih banyak cara untuk membayar dibandingkan tahun sebelumnya.

Bagi para pengusaha, 74% responden mengatakan bahwa mereka akan berbelanja di usaha kecil dengan frekuensi yang lebih besar. Asalkan mereka ditawarkan pilihan pembayaran tambahan.

Studi Mastercard menemukan bahwa orang-orang di kawasan Asia Pasifik tidak hanya telah mengadopsi teknologi pembayaran baru. “Mereka melakukan perubahan sebagian berdasarkan kebutuhan. Serta pertimbangan masalah keamanan dan kenyamanan pribadi, di saat hal tersebut menjadi sangat penting, ” kata Sandeep Malhotra, Executive Vice President, Products & Innovation Asia Pacifik Mastercard, Rabu (5/5).

“Konsumen di Asia Pasifik telah mendapatkan pengakuan secara global atas keterbukaan mereka terhadap teknologi dan inovasi baru. Temuan ini mengonfirmasi bahwa tren ini akan terus berlanjut. Lebih banyak pilihan pembayaran digital dengan cepat menjadi hal yang biasa di bagian dunia ini.”

Ke depan, penggunaan berbagai teknologi pembayaran akan terus menjadi tren. Para konsumen merasa nyaman dengan hal tersebut dan pemahaman mereka meningkat. Sementara penggunaan uang tunai akan menurun.

Bahkan, pada tahun mendatang, 69% responden di Asia Pasifik mengatakan mereka berencana untuk mengurangi penggunaan uang tunai. Sementara itu, dompet digital atau mobile wallet telah mendapatkan popularitas yang signifikan di kalangan konsumen di Asia Pasifik.

Sebanyak 68% responden mengantisipasi menggunakan jenis pembayaran ini pada tahun depan. Lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 62%.

Pergeseran perilaku ini diperkuat oleh keinginan orang untuk memilih – dengan 85% konsumen di Asia Pasifik mengatakan mereka ingin melakukan pembelian ketika mereka mau berbelanja dan dengan cara yang mereka inginkan.

“Bisnis yang dapat menyediakan beberapa cara untuk berbelanja dan membayar akan berada di posisi terbaik untuk memenuhi kebutuhan unik saat ini. Lalu membentuk masa depan perdagangan untuk beberapa tahun yang akan datang,” tambah Malhotra. (sya)