Sabtu, 22 Juni 2024
FINTECHNESIA.COM |

Lion Air Layani Jemaah Haji 2023 dan Mempermudah Penerbangan dari 35 Embarkasi Asia, Timur Tengah, Afrika dan Eropa

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Lion Air mendukung layanan penerbangan haji. Dengan operasional melalui kerjasama charter  bersama salah satu perusahaan internasional periode 1444 Hijriah/ 2023.

Langkah ini untuk menerbangkan lebih dari 1 juta jamaah. Adapun masa operasional selama tiga bulan berjalan terhitung 21 Mei 2023 – 3 Agustus 2023.

Lion Air menggunakan basis operasional (home base) di Madinah dan Jeddah dengan melayani jamaah asal pemberangkatan (emberkasi) dari beberapa negara di Asia, Timur Tengah, Afrika dan Eropa.

Tujuan kedatangan atau penurunan (debarkasi) Arab Saudi di Bandar Udara Internasional Raja Khalid, Riyadh (RUH); Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah (MED) dan Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah (JED).

17 Embarkasi Asia, Timur Tengah dan Eropa

1.       Almaty – Bandar Udara Internasional Almaty, Nur-Sultan, Republik Kazakhstan, Asia Tengah (ALA).

2.       Tashkent – Bandar Udara Internasional Islam Karimov Tashkent, Uzbekistan, Asia Tengah (TAS).

3.       Baku – Bandar Udara Internasional Baku Heydar Aliyev, Azerbaijan, Asia Barat (GYD).

4.       Kuwait – Bandar Udara Internasional Kuwait, Asia Barat (KWI).

5.       Dhaka – Bandar Udara Internasional Hazrat Shahjalal, Bangladesh, Asia Selatan (DAC).

6.       Kochi – Bandar Udara Internasional Cochin, Kerala, India, Asia Selatan (COK).

7.       New Delhi – Bandar Udara Internasional Indira Gandhi, India, Asia Selatan (DEL).

8.       Guwahati – Bandar Udara Internasional Lokpriya Gopinath Bordoloi, Assam, India, Asia Selatan (GAU).

9.       Karachi – Bandar Udara Internasional Jinnah, Pakistan, Asia Selatan (KHI).

10.   Lahore – Bandar Udara Internasional Allama Iqbal, Pakistan, Asia Selatan (LHE).

11.    Multan – Bandar Udara Internasional Multan, Pakistan, Asia Selatan (MUX).

12.   Islamabad – Bandar Udara Internasional Benazir Bhutto, Islamabad, Pakistan, Asia Selatan (ISB).

13.    Dubai – Bandar Udara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab (DXB).

14.   Ras Al Khaimah – Bandar Udara Internasional Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (RKT).

15.    Dammam – Bandar Udara Internasional King Fahd, Saudi Arabia (DMM)

16.   Riyadh – Bandar Udara Internasional King Khaled, Saudi Arabia (RUH)

17.    Istanbul – Bandar Udara Internasional Sabiha Gökçen Turki (SAW)

18 Embarkasi Afrika

1.       Moroni – Bandar Udara Internasional Prince Said Ibrahim, Kepulauan Komoro di sebelah timur Afrika dan berada di selat Mozambik (HAH).

2.       Djibouti – Bandar Udara Internasional Djibouti–Ambouli, Tadjoura, Djibouti, Afrika (JIB).

3.       Abidjan – Bandar Udara Internasional Félix-Houphouët-Boigny, Pantai Gading, Afrika (ABJ).

4.       El Djair – Bandar Udara Internasional Houari Boumediene, Algeria, Afrika (ALG).

5.       Nouakchott – Bandar Udara Internasional Nouakchott–Oumtounsy, Mauritania, Afrika (NKC).

6.       Nairobi – Bandar Udara Internasional Jomo Kenyatta, Kenya, Afrika Timur (NBO).

7.       Accra – Bandar Udara Internasional Kotoka, Ghana, Afrika Barat (ACC).

8.       Tamale – Bandar Udara Internasional Tamale, Ghana, Afrika Barat (TML).

9.       Bamako – Bandar Udara Internasional Modibo Keita, Mali, Afrika Barat (BKO).

10.   Abuja – Bandar Udara Internasional Nnamdi Azikiwe, Nigeria, Afrika Barat (ABV).

11.    Lagos – Bandar Udara Internasional Murtala Muhammed, Ikeja, Nigeria, Afrika Barat (LOS).

12.   Sokoto – Bandar Udara Internasional Sadiq Abubakar III, Nigeria, Afrika Barat (SKO).

13.    Birnin Kebbi – Bandar Udara Internasional Sir Ahmadu Bello, Nigeria, Afrika Barat (DNBK).

14.   Kano – Bandar Udara Internasional Mallam Aminu Kano, Nigeria, Afrika Barat (KAN).

15.    Diass – Bandar Udara Internasional Blaise Diagne, Diass, Republik Senegal, Afrika Barat (DSS).

16.   Dakar – Bandar Udara Internasional Léopold Sédar Senghor, Republik Senegal, Afrika Barat (DKR).

17.    Niamey – Bandar Udara Internasional Diori Hamani, Niger, Afrika Barat (NIM).

18.   Ouagadougou – Bandar Udara Internasional Thomas Sankara, Burkina Faso, Afrika Barat (OUA).

Baca juga: Lion Air Kembali Membuka Penerbangan Umrah dari Kertajati

Lion Air telah mempersiapkan 694 sumber daya manusia. Terdiri 164 pilot, 422 awak kabin, 96 teknisi, dua petugas pengatur jadwal (scheduler), dua petugas layanan darat (ground handling) serta delapan petugas dispatcher (flight operation officer).

Lion Air mengoperasikan 9 Airbus 330 kategori seri 300 dan 900NEO (440 kursi) dan 8 Boeing 737-900ER (215 kursi). Rata-rata pesawat tersebut berusia muda yang dikirim langsung dari pabrikan pesawat.

“Dengan armada tersebut Lion Air dinilai mampu untuk melayani penerbangan non-stop berbagai rute yang membutuhkan waktu tempuh hingga lebih dari 15 jam, sehingga sangat tepat untuk mendukung penerbangan ibadah haji,” terang Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Rabu (23/5).

Seluruh pesawat sudah menjalani perawatan intensif, dalam performa terbaik dan laik terbang (airworthy for flight). Lion Air memenuhi dan menjalankan ketentuan operasional menurut masing- masing negara serta aturaninternasional dimana pesawat tersebut akan dioperasikan.

Dalam penyelenggaraan haji tahun 2023, Lion Air menargetkan tingkat kinerja ketepatan waktu (on time performance/ OTP) rerata 95% dari total 4.600 frekuensi terbang pergi pulang (PP).

Komitmen tersebut menerapkan pengaturan pergerakan penumpang dan pesawat. Koordinasi intensif bersama pihak terkait guna memastikan kelancaran operasional penerbangan, mengaplikasikan standar prosedur pengoperasian pesawat udara sesuai aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, pelaksanaan pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat serta hal lainnya.

Dalam kaitan aspek keselamatan, Lion Air telah menghimbau kepada seluruh jamaah antara lain agar tidak membawa barang berbahaya (dangerous goods) ke pesawat.

Lalu tidak menerima titipan barang berupa bentuk apapun dari orang lain ke dalam pesawat, barang elektronika harus dilepas dari baterainya serta pengisi daya mandiri atau baterai portabel (powerbank). Serta tidak diperbolehkan untuk digunakan selamapenerbangan serta wajib mematuhi seluruh aturan penerbangan. (kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER