Kaspersky Berikan Enam Tips Bertransformasi Digital dengan Aman bagi UMKM Indonesia

23

FinTechnesia.com | Pandemi COVID-19 mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia. Salah satu segmen yang paling terkena dampak adalah sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Seiring dengan transisi menuju “new normal”, sektor ini kemudian diharapkan mampu beradaptasi dengan kondisi yang ada melalui transformasi digital.

Sebagai kontributor jumlah UKM terbesar di Asia Tenggara, sektor usaha kecil dan menengah Indonesia juga dipandang sebagai target yang menguntungkan bagi para pelaku kejahatan dunia siber. Data Kaspersky untuk separuh pertama tahun ini bahkan menunjukkan, terdapat 406.229 upaya phishing diblokir terhadap UKM di negara tersebut, diikuti upaya ransomware pada 268.166 dan 720.300 upaya penambangan kripto.

“Saat ini, menjaga arus kas (cashflow) untuk setiap bisnis merupakan tantangan tersendiri. Itulah sebabnya mengapa UKM di Indonesia harus pandai dalam menggunakan ketersediaan teknologi demi mengamankan finansial mereka yang sangat krusial dan dibutuhkan,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky, pekan lalu

Memahami pentingnya keamanan siber bagi UKM, terlebih lagi dalam tahap menjaga arus kas, Kaspersky memperkenalkan solusi terbaru. Yakni Kaspersky Endpoint Detection and Response Optimum (KEDRO).

“Kami telah membuat solusi ini sesederhana mungkin untuk dioperasikan, karena tentunya menjadi tantangan untuk menemukan pakar TI internal dan terpenting adalah budget-friendly karena kami menyadari dampak finansial dari pandemi yang dihadapi bisnis.” jelas Yeo.

Untuk UKM yang saat ini meluncurkan bisnisnya di ekosistem digital, berikut adalah beberapa rekomendasi Kaspersky untuk memperkuat pertahanan infrastruktur keamanan.

• Pembaruan sertifikasi keamanan situs perusahaan.
• Memperbarui firmware router.
• Blokir otorisasi yang tidak perlu.
• Selalu membuat cadangan salinan data.
• Lakukan pembaruan lisensi antivirus di server.
• Adaptasi otomatisasi solusi keamanan. (eko)