ShopeePay dan OVO Balapan Berebut Hati Masyarakat Indonesia

22

FinTechnesia.com | Uang elektronik semakin populer. Terlihat dari hasil riset Neurosensum menyambut bulan Maret 2021. Perusahaan riset tersebut fokus pada penggunaan e-wallet sebagai medium transaksi digital 1.000 responden pengguna aktif e-commerce berusia produktif (19-45 tahun).

Riset di 8 kota besar, yaitu Jabodetabek, kota-kota besar di pulau Jawa, serta kota besar lain di Indonesia, selama 3 bulan terakhir (November 2020 – Januari 2021).

Neurosensum adalah perusahaan riset yang mengandalkan neuroscience dan AI. Dengan tujuan memahami respons bawah sadar konsumen dengan inovasi berbasis teknologi mutakhir yang cerdas dan intuitif. Seperti EEG, virtual reality, eye tracking, aplikasi reaction time, facial coding, dan masih banyak lagi.

Mahesh Agarwal, Managing Director Neurosensum Indonesia menyampaikan,analisa menyeluruh dan terpadu berskala nasional salah satu kunci pembelajaran yang berkesinambungan dan bernilai lebih. Hasil data riset tersebut bermanfaat untuk kemudian ditelaah dan dipelajari lebih lanjut demi menyempurnakan pengetahuan dalam mengambil langkah merencanakan strategi pemasaran dan bisnis di dalam peta industri yang lebih luas.

“Terutama ketika jumlahbpengguna e-wallet sudah mengungguli perbankan Sehingga e-wallet bukanlah sesuatu yang asing lagi,” kata Mahesh, Selasa (2/3).

Riset Neurosensum mencatat, ShopeePay mendapatkan penetrasi pasar tertinggi (68%). Diikuti oleh OVO (62%), DANA (54%), GoPay (53%), dan LinkAja (23%).

Menurut responden, ShopeePay paling banyak promosi (42%), OVO (25%), GoPay (16%), DANA (13%), LinkAja (4%). Sehingga lebih dari sepertiga responden (34%) menganggap ShopeePay adalah pemain dompet digital dengan pertumbuhan terpesat selama tiga bulan terakhir. Diikuti OVO (25%), DANA (20%), GoPay (17%), dan LinkAja (4%).

ShopeePay juga menduduki takhta juara dengan pangsa pasar jumlah transaksi tertinggi (29% dari total). Menyusul OVO (25% dari total), GoPay (21% dari total), DANA (20% dari total), dan LinkAja (6% dari total). Hal ini pun diikuti dengan nilai transaksi tertinggi dari belanja offline dan online menggunakan ShopeePay (33%). Mengalahkan OVO (24%), GoPay (19%), DANA (18%), LinkAja (6%).

DShopeePay berhasil menjadi pilihan dompet digital dengan frekuensi transaksi tertinggi (14,4 kali per bulan). Posisi brand lain terdiri dari OVO (13,5 kali per bulan), GoPay (13,1 kali per bulan), DANA (12,2 kali per bulan), LinkAja (8,2 kali per bulan).

Hasil riset Neurosensum menemukan bahwa dalam tiga bulan terakhir, arena persaingan dompet digital semakin dinamis dengan hadirnya pemain baru, yaitu ShopeePay. Meski belum genap setahun hadir di Indonesia, ShopeePay memimpin pembayaran digital untuk belanja online.

Menurut Tika Widyaningtyas, Research Manager, Neurosensum Indonesia, riset ini tidak hanya mengukur pangsa pasar. “Kami mencoba untuk mencari tahu dengan menghitung kualitas riset menggunakan metode Q&A guna mendapatkan Why. Serta menarik kesimpulan lanskap dompet digital yang aktif di Indonesia selama 3 bulan terakhir,” terang Tika. (sya)