Rabu, 7 Desember 2022

Mempermudah Investor, Beli Reksadana di Bareksa Kini Bisa Pakai OVO

BACA JUGA

- Advertisement -

FIntechnesia.com | Ketika bursa saham dan investasi finansial sedang meriang seperti sekarang, bagi sebagian investor melihat peluang untuk berinvestasi ketika harga sedang murah. Nah, agar memudahkan nasabah, marketplace financial Bareksa meluncurkan moda pembayaran pembelian reksadana menggunakan layanan uang elektronik OVO, e-wallet terdepan di Indonesia. Fitur ini akan menjadikan transaksi reksadana menjadi lebih cepat dan mudah.

Co-Founder dan CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra menjelaskan, ini langkah awal dari rencana besar melakukan sinergi platform e-investment dengan e-money. “Sebelumnya Bareksa memelopori sinergi engan e-commerce di Indonesia, bersama Tokopedia dan Bukalapak. Dengan menggunakan OVO sebagai moda pembayaran baru ini, transaksi nasabah akan semakin seamless, dan niscaya akan menjadi daya dorong berikutnya bagi penetrasi reksa dana nasional. Kisah sukses serupa telah kita saksikan di China, terjadi sinergi segitiga di antara platform e-commerce (Alibaba), e-money (Alipay), dan e-investment (Yu’e Bao),” kata Karaniya, dalam keterangan resmi akhjir pekan lalu.,

Fitur pembayaran e-money OVO ini untuk mengakomodasi preferensi dan kebutuhan banyak nasabah Bareksa yang merupakan generasi milenial. Sekitar 70% nasabah Bareksa berasal dari kalangan ini, yang terbiasa melakukan transaksi secara online, realtime, dan seamless. Di platform Bareksa, setiap hari diproses sekitar 5.000-6.000 transaksi.

Berdasarkan laporan riset Morgan Stanley awal 2019, OVO digunakan oleh 73% responden yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini didorong oleh ekosistem layanan keuangan dan pembayaran OVO yang terus berkembang. “Kami terus membangun sinergi untuk membangun layanan keuangan, termasuk dengan platform e-investasi seperti Bareksa. OVO percaya bahwa kolaborasi ini akan membuat budaya berinvestasi semakin dalam mengakar di berbagai lapisan masyarakat,” kata Harianto Gunawan, Direktur OVO.

Adanya fitur pembayaran reksa dana menggunakan OVO diharapkan bakal semakin mendongkrak jumlah transaksi serta nilai dana kelolaan Bareksa, yang ditargetkan akan tumbuh sedikitnya dua kali lipat di tahun 2020 dibanding tahun lalu. Saat ini, jumlah nasabah yang terdaftar di Bareksa sudah mencapai hampir 800 ribu orang dengan dana kelolaan sekitar Rp2 triliun. Adapun total dana masyarakat yang telah diinvestasikan di Bareksa sejak pertama kali mendapatkan lisensi dari OJK pada tahun 2016, telah mencapai sekitar Rp5 triliun.

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menyambut baik inovasi ini. Langkah tersebut sejalan dengan upaya OJK mencari berbagai terobosan guna memanfaatkan teknologi digital untuk memperdalam penetrasi pasar keuangan kita dan meningkatkan system keuangan nasional yang inklusif. “Penggunaan uang elektronik dalam transaksi e-investasi memang kami dorong dan kami harapakan terus dikembangkan, dengan catatan harus mengutamakan perlindungan konsumen, aman, dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Nurhaida. (frd)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER