Sabtu, 10 Desember 2022

Ada Isu Data Pengguna Bocor Seperti di Tokopedia, Ini Klarifikasi Bukalapak

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Hanya beberapa hari setelah kabar kebocoran data pengguna Tokopedia, forum hacker Raidforums kembali berdiskusi soal jual beli data setelah membobol sistem. seorang pengguna mengklaim siap menjual 13 juta akun pengguna Bukalapak.

Menanggapi hal tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak, Rachmat Kaimuddin menerangkan, ancaman peretasan terhadap industri teknologi digital selalu ada. “Saat ini data konsumen aman di Bukalapak,” ujar Rachmat, dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5).

Saat terjadi percobaan peretasan pada tahun 2019, Bukalapak menemukan sumbernya dan menguatkan data security. Juga mengingatkan pengguna mengambil langkah pengamanan berkala termasuk mengganti password. Dan menggandakan keamanan di sistem Bukalapak. “Keamanan user data prioritas kami. Kami mengimplementasi berbagai upaya demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna Bukalapak serta memastikan data-data tidak disalahgunakan,” tegas Rachmat

Bukalapak menggunakan sistem perlindungan berlapis saat menerima, menyimpan, dan mengolah seluruh data pengguna. “Saat menerima kami menggunakan metode https, sehingga data yang masuk tidak mudah diretas. Saat menyimpan kami menerapkan metode perlindungan termutakhir dengan perlindungan berlapiis. Saat menggunakan dan mengolah, kami memonitor secara ketat, sehingga jejak orang mengakses, membaca, mengganti, atau menghapus data terekam secara baik,” jelas Rachmat.

Data sensitif seperti KTP, Bukalapak menyimpan di storage khusus yang otomatis terhapus untuk melindungi privasi pengguna. Kendati begitu, Bukalapak mengingatkan pengguna melakukan langkah pencegahan. Seperti ganti password akun secara berkala, aktifkan verifikasi dua langkah, lebih berhati-hati terhadap phishing, perbarui data diri secara berkala dan mankan data finansial. (hlm)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER