Jumat, 2 Desember 2022

MCAS Mencatatkan Pertumbuhan Laba Usaha 48,8% di Tahun 2019 Menjadi Rp 144,1 Miliar

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | PT M Cash Integrasi Tbk melanjutkan upaya memperkaya infrastruktur distribusi di tahun 2019. Hasilnya terlihat. Emiten berkode saham MCAS itu menghasilkan pertumbuhan top line. Mengutip siaran pers Kamis (28/5), pendapatan tahun 2019 naik 74,4% year on year (yoy). Dari Rp 6,4 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp 11,1 triliun. Pendorongnya jumlah titik distribusi yang tumbuh 110% yoy menjadi 160.201 dari 75.910 di tahun 2018.

Margin laba kotor sedikit di bawah tekanan dan turun menjadi 2,3% di 2019 dari 2,7% di 2018. Ini berkat kontribusi yang diperbesar dari segmen agregator produk digital yang berkembang. Laba usaha tumbuh 48,8% yoy dari Rp 96,8 miliar di 2018 menjadi Rp 144,1 miliar di tahun 2019.

Jumlah titik distribusi yang berlipat dua yoy menjadi 160.201 di tahun 2019 dimungkinkan melalui pengembangan jaringan fisik mitra dan kegunaan platform. Misalnya, melalui kesepakatan kemitraan yang dibuat pada semester I-2019 untuk layanan transaksi top-up Telkomsel di 13.883 toko Alfamart. MCAS menambahkan 13.000 titik distribusi tambahan pada belanja modal (capex) inkremental hampir nol.

Dengan dasar yang kuat dari suatu fungsi infrastruktur distribusi di tempat, Grup mampu mengatasi permintaan pasar lainnya dan memperluas ke iklan digital melalui anak usaha, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX). Dan ruang SDM digital PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), membuka jalan bagi yang lebih beragam bagi profil pendapatan dalam beberapa tahun ke depa

Dua anak usaha MCAS, yakni TFAS dan DMMX sukses initial public offering (IPO) pada tahun 2019. Menandai kontribusi penuh mereka ke top dan bottom line MCAS. Laba bersih DMMX di 2019 tumbuh 118,8% menjadi Rp16,6 miliar. Kedua entitas berkontribusi positif terhadap ekosistem MCAS. (eko)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER