Fungsi Baru Cryptocurrency Sebagai Safe Haven di Pasar Saham

FinTechnesia.com | Akademisi mulai mengangkat tema terkait cryptocurrency. Program Pascasarjana Ilmu Manajemen (PPIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan sidang terbuka Promosi Doktor Christy Dwita Mariana secara daring, pada Senin (12/7).

Mengutip situs resmi FEB UI, penulisan disertasi yang diangkat oleh Promovenda, berjudul “Dinamika Cryptocurrency sebagai Safe-haven untuk Pasar Saham di Amerika Serikat dan Negara-negara Berkembang”.

Sidang Promosi Doktor ini diketuai Prof. Dr. Adi Zakaria Afiff, dengan pembimbing, Prof. Dr. Irwan Adi Ekaputra (Promotor), Zaäfri Ananto Husodo, Ph.D. (Ko-Promotor). Selaku tim penguji, Prof. Rofikoh Rokhim, Ph.D. (Ketua Penguji), Arief Wibisono Lubis, Ph.D., Dr. Hendrikus Passagi, Maria Ulpah, Ph.D., dan Sigit Sulistiyo Wibowo, Ph.D.

Christy meneliti, dalam ekonomi yang semakin maju dengan kemungkinan investasi yang sangat beragam dan luas, karakteristik cryptocurrency sebagai investasi alternatif telah banyak dipelajari. Studi-studi tersebut sebagian besar mengenai pro-kontra dalam mengelola cryptocurrency.

Pandemi menyediakan laboratorium alami untuk mempelajari sejauh mana konsistensi dan kekuatan cryptocurrency sebagai instrumen lindung nilai atau safe-haven dalam kondisi ekonomi yang ekstrim. Studi ini menyelidiki dampak krisis global pada peran safe-haven dari dua cryptocurrency paling signifikan berdasarkan kapitalisasi pasar. Yakni Bitcoin dan Ethereum, sebagai tempat berlindung paling kuat untuk saham Amerika Serikat (AS) selama pandemi.

Studi ini membandingkan transmisi volatilitas antara Bitcoin dan pasar saham di 4 negara berkembang. Y aitu Indonesia, Malaysia, Nigeria, dan Afrika Selatan. Hasil keseluruhan mendukung gagasan cryptocurrency sebagai investasi alternatif. 

Secara umum, ada proses pembalikan rata-rata dalam spillover volatilitas berpasangan bersih antara Bitcoin dan pasar saham di 4 negara berkembang dalam waktu sekitar 2-3 hari. Hasil riset ini memberikan rekomendasi pilihan investasi jangka pendek bagi investor di pasar Bitcoin. Riset ini pun mengajukan kerangka regulasi yang dapat diterapkan pada pasar cryptocurrency di Indonesia.

Untuk penelitian lebih lanjut diperlukan lebih banyak variabilitas dalam metodologi. Yang memungkinkan kita untuk mengidentifikasi peran safe–haven cryptocurrency. Dan menyelidiki faktor-faktor untuk memperkaya kerangka peraturan (tingkat perpajakan, identifikasi manipulasi pasar, literasi keuangan investor). 

Sementara itu, untuk mengatasi masalah periode penelitian terbatas, digunakan dua metode multivariat (Dynamic Conditional Correlation dan corrected Dynamic Conditional Correlation) untuk mengakomodasi dimensi estimasi. Dan juga beberapa skenario (rolling window untuk standar deviasi, korelasi) untuk memastikan hasil yang konsisten.

Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Christy lulus dengan predikat cumlaude. Dan berhasil mendapat gelar Doktor yang ke-292 Bidang Ilmu Manajemen Keuangan dan Perbankan. (mrz)