Jumat, 1 Juli 2022 | 20:50 WIB

Pasca Rights Issue, MNC Bank Naik Kelas ke BUKU III

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | MNC Bank akan melaksanakan penawaran umum terbatas VIII (PUT VIII). Yakni dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue  pada 9 September 2021.

 
“MNC Bank memiliki ekosistem digital terkuat di Tanah Air. Semua target lebih optimal jika didukung pendanaan kuat. Oleh karena itu, MNC Bank akan menerbitkan HMETD,” kata Chief Operating Officer PT MNC BankInternasional Tbk Teddy Tee, Senin (16/8). 

Emiten berkode saham BABP Ini akan menerbitkan sebanyak 14,23 miliar saham baru. Setara 33,33% dari modal, ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah terlaksananya rights issue

Pemilik saham akan mengalami dilusi kepemilikan sebesar 1/3. Setiap pemegang 2 saham berhak atas 1 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. 

Indikasi harga rights issue antara Rp 280– Rp 320 per saham.  Dengan saham baru yang diterbitkan mencapai 14.234.614.925 saham itu, total perolehan dana BABP dari rights issue tersebut Rp 4 triliun hingga Rp 4,5 triliun. 

Price to book value BABP akan mengalami perubahan. Dari sebesar 7,66x akan menjadi 2,78x – 2,88x setelah rights issue. 

Nilai tersebut jauh lebih murah atau menarik dibandingkan dengan industri sejenis (peers). PBV rendah BABP tersebut menunjukkan harga saham BABP murah dan tepat dikoleksi.

Seluruh dana hasil rights issue digunakan untuk tiga hal. Pertama, untuk memperkuat struktur permodalan.

Kedua, memperluas kapasitas pinjaman MNC Bank dan akuisisi nasabah secara digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Ketiga, MotionBanking sebagai aplikasi perbankan digital paling terintegrasi. Termasuk pengembangan credit sccoring berbasiskan AI. Serra pengintegrasian MotionPay, kartu kredit virtual (Visa dan Mastercard), MotionWallet, MotionInsurance, MotionTrade, MotionCredit dan aplikasi fintech terkait MNC Group maupun pihak eksternal.

BABP menargetkan naik tingkat menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) III setelah aksi penambahan modal melalui rights issue tersebut.
Bank Buku III merupakan bankdengan modal inti Rp 5 triliun-Rp 30 triliun. Saat ini BABP berada di kategori Buku II yakni dengan permodalan inti berkisar Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun.

MotionBanking akan memanfaatkan ekosistem MNC Group. Yakni dengan menyerap seluruh user base untuk tujuan akuisisi nasabah MotionBanking. 

Dengan ekosistem MNC Group yang besar dan kerja sama strategis sebesar ini, Teddy mengatakan BABP yakin bisa menggaet 10 juta pengguna MotionBanking pada akhir 2022. (yos)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER