Fintech Terus Bertumbuh, Kominfo Siap Kembangkan Ekonomi Digital

FinTechnesia.com | Kehadiran sektor jasa keuangan digital memiliki peran penting bagi masyarakat. Melalui berbagai layanan platform financial technology (fintech) turut menumbuhkan aspek ekonomi digital.

Prospek tumbuh kembang positif tersebut terlihat dari jumlah nilai investasi fintech di Indonesia pada tahun 2020. Mencapai hampir US$ 180 juta.

“Ini setara 20% total investasi fintech di antara ASEAN 6 atau Indonesia. Yakni Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Vietnam,” jelas Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate, Selasa (12/10).

Keseluruhan investasi sektor fintech di Indonesia terbagi ke dalam empat. Antara lain insurance technology sebanyak 38%, payments 32%, alternative lending 25%, dan finance and accounting tech sebanyak 5%.

Investasi tersebut memperkuat basis pendanaan platform fintech yang mendorong ekspansi pemanfaatan bagi masyarakat. Pada bulan Agustus 2021, tercatat layanan fintech lending telah menjangkau 27,2 juta masyarakat di Indonesia. “Dengan jumlah penyaluran pinjaman total mencapai Rp 14,95 triliun,” jelasnya.

Guna menunjang pertumbuhan sektor keuangan digital, Kominfo menerapkan menghadirkan tiga kebijakan yang mencakup pemerataan pembangunan infrastruktur digital, tata kelola ekosistem digital, serta penyiapan talenta digital.

“Kebijakan ekosistem digital dari hulu ke hilir tersebut dilaksanakan agar masyarakat Indonesia dapat bersama-sama menumbuhkembangkan ekosistem digital secara inklusif, bermanfaat, aman, merata dan diharapkan no one left behind,” tandas Johnny.