E-Commerce Berkembang Pesat, Paylater Melesat

FinTechnesia.com | Indonesia salah satu negara dengan perkembangan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. E-commerce menjadi industri utama yang mendorong pertumbuhan.

Ini berdasarkan laporan SEA e-Conomy tahun ini dari Google, Temasek, dan Bain & Company. Namun, pertumbuhan ini pada awalnya tidak diiringi perkembangan ekosistem pembayaran mumpuni. 

Terutama sisi pembiayaan konsumen dimana penetrasi kartu kredit hanya sebesar 3,5%. Oleh sebab itu, fintech seperti paylater mengisi kesenjangan. Lalu secara cepat menjadi salah satu metode pembayaran yang paling banyak digunakan konsumen saat ini.

Hadirnya paylater memberikan keuntungan baik untuk masyarakat dan juga pelaku e-commerce. Masyarakat bisa memenuhi kebutuhan mereka secara cepat, mudah, dan aman. Tanpa harus mengkhawatirkan cashflowmereka. 

Di sisi lain, paylater juga menguntungkan untuk e-commerceatau merchant karena dapat membantu mereka meningkatkan nilai rata-rata. Serta frekuensi pembelanjaan menawarkan keleluasaan bagi pelanggan untuk membayar nanti secara berkala. 

Paylater terbukti menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan industri e-commerce yang paling signifikan. Bukan hanya di Indonesia tapi juga di ranah global,” ujar VP Marketing and Communications Kredivo, Indina Andamari, Kamis (2/12).

Paylater semakin populer beberapa tahun terakhir terutama di masa pandemi. Pola transaksi makin bergeser ke digital dan masyarakat juga membutuhkan kredit untuk dapat mengatur keuangannya di masa yang tidak menentu. 

Persentase pemakaiannya terus meningkat dan bahkan angka pertumbuhannya berada di atas kartu kredit juga kartu debit. Kredivo sendiri kini memiliki lebih dari 4 juta pengguna atau mencapai lebih dari 50% dari basis pengguna kartu kredit di Indonesia. 

Menjadi pemimpin industri Buy Now Pay Later (BNPL) dengan wallet share setidaknya 50% di mayoritas merchant e-commerce di Indonesia. (yof)