Sabtu, 13 Agustus 2022 | 01:12 WIB

Lima Langkah Agar Sukses di Bisnis Paylater

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Deloitte dan Mambu, platform perbankan cloud, telah mengidentifikasi lima langkah pelaku ritel dan fintech untuk mensukseskan program Buy Now Pay Later (BNPL). Rilis ini merupakan bagian dari laporan terbaru yang menjelaskan implikasi dari sektor yang berkembang pesat ini terhadap dunia perbankan dan ritel.

Panduan BNPL dari Deloitte dan Mambu’ mengidentifikasi lima elemen utama yang menjadi modal pelaku bisnis dalam upaya mengembangkan solusi BNPL.

● Proposisi nilai. Menentukan dan memahami kebutuhan peritel dan pelanggan lalu mengembangkan suatu model untuk memecahkan permasalahan utama mereka.

● Teknologi dan data. Mengembangkan solusi teknologi dengan mitra terbaik untuk memudahkan pengambilan keputusan secara real time dan menciptakan solusi masa depan yang mampu menyuguhkan pengalaman pelanggan yang unik

● Risiko dan kepatuhan. Merancang kerangka risiko yang mampu memberikan keunggulan kompetitif, mulai dari solusi deteksi dan manajemen fraud,hingga penentuan tingkat risiko, model dan strategi

● Kecakapan dan kemampuan. Serius berinvestasi di talenta yang mempunyai spesialisasi dalam bidang yang kritikal untuk solusi ini agar menunjang tim bisnis yang sudah ada, serta membangun merek dan melakukan diferensiasi produk pasar

● Go-to-market. Mengintegrasikan penawaran ke portofolio bisnis yang sudah ada dan meluncurkan produk ke pasar

Laporan ini hadir di tengah-tengah lonjakan permintaan akan layanan BNPL. Dengan proyeksi pasar global senilai $3,98 triliun pada 2030 – dengan pertumbuhan CAGR sebesar 45,7%.

BNPL di Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 94,7% di tahun. Dan akan mencapai US$2,7 miliar pada 2022.

BNPL telah menjadi salah satu metode pembayaran paling populer di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan metode ini diperkirakan akan terus tumbuh stabil dengan CAGR sebesar 44,4% dari tahun 2022-2028.

William Dale, Commercial Director Mambu Asia Pasifik mengatakan, BNPL mengalami kemajuan pesat di Indonesia. Dan langsung menjadi salah satu cara pembayaran barang dan jasa terpopuler di kalangan konsumen Indonesia.

“Laporan ini memaparkan lima langkah praktis yang dapat ditempuh organisasi untuk memanfaatkan peluang pasar yang sedang tumbuh pesat,” kata William, belum lama ini.

João Caldeira, Partner di Deloitte menambahkan, BNPL kini menjadi pendongkrak penjualan dan konversi utama bagi peritel dan penyedia perdagangan online. Tanpa BNPL, peritel masih mencari-cari solusi keuangan yang melekat dengan bisnis inti yang dapat membantu mereka mendesain pengalaman BNPL cepat dan dengan biaya rendah.

“BNPL dapat menjadi pendongkrak pendapatan baru yang mampu menyediakan pembayaran angsuran yang lancar secara cepat,” kata Joao. (nin)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER