Senin, 5 Desember 2022

CGTN: Pembahasan Xi Jinping dan Joe Biden berlangsung secara “mendalam, terus terang, dan konstruktif” di Bali

BACA JUGA

- Advertisement -

BEIJING, 15 November 2022 /PRNewswire/ — Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) sepakat menjaga komunikasi strategis dan berkonsultasi secara berkala setelah pemimpin kedua negara bertatap muka pada Senin lalu untuk merumuskan arah hubungan bilateral yang dianggap paling berpengaruh di dunia.

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden menilai pertemuan keduanya di Bali, Indonesia, menjelang KTT G20 sebagai pembahasan yang "mendalam, terus terang, dan konstruktif".

Kedua pemimpin ini, sepakat menjaga komunikasi berkala, menginstruksikan timnya agar segera menindaklanjuti dan menerapkan prinsip penting yang saling disetujui kedua pihak, serta mengambil langkah nyata untuk mengembalikan hubungan Tiongkok-AS pada jalur perkembangan yang stabil.

Taiwan, "garis pembatas pertama"

Dalam pertemuan tatap muka pertama antara kedua pemimpin sejak Biden menjabat pada Januari 2021, Xi mempertegas prinsip Tiongkok terkait isu Taiwan.

Menggambarkan isu ini sebagai "unsur yang sangat vital dalam kepentingan utama Tiongkok", serta basis dari hubungan politik Tiongkok-AS, Xi mengingatkan, isu Taiwan menjadi garis pembatas pertama yang tidak boleh dilanggar dalam hubungan bilateral tersebut.

Xi mendesak AS agar Biden menjamin bahwa Washington tidak akan mendukung "kemerdekaan Taiwan", serta tidak berniat menjadikan Taiwan alat mencari keuntungan dari persaingan dengan Tiongkok atau membendung Tiongkok.

Biden mempertegas sikap AS yang tidak mendukung "kemerdekaan Taiwan", dan tidak mendukung prinsip "dua Tiongkok" atau "satu Tiongkok, satu Taiwan".

Niat strategis Tiongkok dalam prinsip "keterbukaan dan transparansi"

Pertemuan antara kedua kepala negara ini berlangsung beberapa minggu setelah Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok (CPC) Ke-20 berakhir.

Mencerminkan kongres dan hasil yang tercapai, Xi menyampaikan, kebijakan domestik dan luar negeri CPC dan pemerintah Tiongkok bersifat terbuka dan transparan, dengan kepentingan strategis yang terpapar secara jelas dan transparan, serta berkesinambungan dan stabil.

Tiongkok tidak ingin mengubah tatanan internasional atau mengganggu urusan internal AS, serta tidak berniat menantang atau menggantikannya, seperti disampaikan Xi.

Garis pelindung dan jaring pengaman dalam hubungan Tiongkok-AS terletak pada norma dasar dalam hubungan internasional, serta tiga komunike bersama Tiongkok-AS, menurut Xi.

Biden mencatat, dia telah mengenal Presiden Xi selama bertahun-tahun, serta menjaga komunikasi berkala, meski demikian, pertemuan tatap muka tidak tergantikan.

Dia mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Xi sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral CPC, dan berkata, sebagai dua negara besar, AS dan Tiongkok bertanggung jawab mempertahankan hubungan konstruktif.

Biden pun mempertegas, Tiongkok yang stabil dan sejahtera akan bermanfaat bagi AS dan dunia, serta mengatakan, Washington menghargai sistem Tiongkok, dan tidak ingin mengubahnya, serta menciptakan perang dingin baru atau membangun aliansi untuk melawan Tiongkok.

https://news.cgtn.com/news/2022-11-14/Xi-Biden-meet-in-Indonesia-1eXjlVHxF4s/index.html

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER