Senin, 30 Januari 2023

Suku Bunga Terus Mekar, Bibit.id Sebut, SBR 012 Jadi Investasi yang Bikin Cuan Tambah Melar

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Total jenderal, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebanyak enam kali di tahun 2022 sampai awal 2023. Dari 3,5% menjadi 5,75% pada Januari 2023 ini. 

Di tengah tren kenaikan suku bunga seperti saat ini, Surat Berharga Negara (SBN) dengan tipe imbal hasil (kupon) floating with floor (mengambang dengan tingkat minimum) semakin menguntungkan. 

Ketika suku bunga BI naik, imbal hasil SBN dengan tipe ini akan ikut naik. Sementara, ketika suku bunga BI turun, imbal hasilnya tidak ikut turun. 

Contohnyai Saving Bond Ritel (SBR) 011. Ketika ditawarkan pada 25 Mei-16 Juni 2022, imbal hasil awal  sebesar 5.5% per tahun. Sekarang, setelah suku bunga naik, imbal hasil 11 Desember 2022-10 Maret 2023 naik menjadi 7,25% per tahun. 

Head of Digital Marketing Bibit.id, Angie Anandita Tjhatra menyatakan,  SBN dengan tipe floating with floor sangat diminati. “Contohnya, saat masa penawaran Sukuk Tabungan (ST) 009 di bulan November 2022, kuotanya selalu diborong habis dalam hitungan menit,” kata Angie, Senin (23/1).  

Di awal tahun 2023, Kementerian Keuangan RI menerbitkan SBN seri SBR012 dengan tipe kupon floating with floor. Masa penawaran di tanggal 19 Januari-9 Februari 2023. Ada yang baru dengan mekanisme penerbitan SBR012 tahun ini, yakni terbit dalam dua tipe produk, yakni SBR012-T2 dan SBR012-T4. 

SBR012-T2 memiliki tenor dua tahun dengan imbal hasil 6,15% per tahun, floating with floor. Sementara itu, SBR012-T4 memiliki tenor empat tahun dengan imbal hasil 6,35% per tahun, floating with floor. 

Di hari pertama masa penawaran SBR012, BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Sehingga pada bulan Juni-Agustus 2023, imbal hasil SBR012-T2 dan SBR012-T4 akan naik menjadi masing-masing 6,4% dan 6,6%. 

Dengan dua tipe ini, Angie menyebut, SBR012 merupakan alternatif investasi yang cocok dan menguntungkan untuk investor jangka pendek dan menengah. Bila suku bunga acuan BI naik, imbal hasil kedua seri SBN ini juga akan ikut naik. 

Apabila suku bunga acuan BI turun, batas minimal imbal hasilnya tetap 6,15% per tahun untuk SBR012-T2 dan 6.35% per tahun untuk SBR012-T4. 

Masyarakat bisa berinvestasi SBR012 di Bibit dengan minimal pembelian Rp1 juta dan kelipatan 1 juta. Serta maksimal pembelian Rp5 miliar untuk SBR012-T2 dan Rp 10 miliar untuk SBR012-T4. 

Investor SBR012 dengan nilai investasi minimal Rp 2 juta juga dapat mencairkan investasi maksimal sebesar 50% sebelum jatuh tempo pada periode early redemption. SBR012-T2 dapat dicairkan sebesar maksimal 50% setelah satu tahun, sedangkan SBR012-T4 dapat dicairkan sebesar maksimal 50% setelah dua tahun berinvestasi. 

Untuk berinvestasi SBN, bisa di Bibit. Cukup mengklik icon atau banner “Surat Berharga Negara (SBN)” di homepage aplikasi maupun website Bibit.  Bibit bermitra dengan Stockbit Sekuritas untuk mengelola pencatatan dan penyimpanan Rekening Dana Investor SBN milik investor. 

“Melalui berbagai upaya yang kami lakukan, Bibit juga berhasil menjadi mitra distribusi kategori fintech dengan penjualan terbanyak pada penawaran Sukuk Ritel seri ST009 (11-30 November 2022), Obligasi Negara Ritel seri ORI022 (26 September-20 Oktober 2022), dan Surat Berharga Syariah Negara ritel seri SR017 (19 Agustus-14 September 2022) yang lalu,” ujar Angie. (alo)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER