Rabu, 28 Februari 2024
FINTECHNESIA.COM |

Orang-orang di Asia ingin memperpanjang rentang waktu kesehatan untuk masa pensiun yang lebih lama dan lebih sehat, menurut survei Manulife

BACA JUGA


  • Survei terhadap 7.000+ orang di Asia menunjukkan harapan pensiun dini, penurunan kesehatan dini
  • Persoalan tentang biaya kesejahteraan yang mendorong orang-orang menuju perawatan kesehatan swakriya (DIY) menggunakan aplikasi seluler
  • Optimisme tentang pencapaian sasaran finansial dan target tabungan pensiun dalam 5–10 tahun ke depan
  • Manulife akan terus membantu orang-orang melalui permasalahan baru agar tumbuh lebih sehat dan sejahtera


HONG KONG, 29 Maret 2023 /PRNewswire/ — Masa pensiun yang panjang dan sehat merupakan cita-cita banyak orang, namun banyak konsumen di Asia mempersoalkan penurunan kesehatan segera setelah mereka berhenti bekerja. Mereka mengatakan tantangan ini sulit untuk dikelola karena meningkatnya biaya perawatan kesehatan dan tekanan pada keuangan pribadi mereka, menurut riset baru dari Manulife.

Damien Green, President and Chief Executive Officer, Manulife Asia
Damien Green, President and Chief Executive Officer, Manulife Asia

Manulife Asia Care Survey 2023 menunjukkan bahwa, rata-rata, orang di Asia berharap pensiun pada usia 60 tahun dengan perkiraan terjadinya kesehatan yang buruk pada usia 63 tahun, yang berarti rentang waktu kesehatan – periode hidup yang dihabiskan dalam masa sehat sentosa, bebas dari kecacatan terkait usia tua dan penyakit kronis – diperkirakan hanya tiga tahun setelah pensiun.1 Harapan di antara lebih dari 7.000 orang yang disurvei bersifat relatif konsisten dengan dua pencilan utama: Singapura dan Indonesia. Di Singapura, orang-orang diperkirakan dalam kesehatan yang buruk setahun sebelum perkiraan pensiun mereka pada usia 62 tahun, sementara di Indonesia mereka diperkirakan akan terus sehat selama lima tahun setelah pensiun pada usia 58 tahun.

Tantangan kesehatan terbesar terletak pada pemenuhan biaya yang meningkat untuk memperpanjang rentang waktu kesehatan itu dan mengelola kesehatan yang buruk di kemudian hari. Hampir setengah dari responden survei (45%) menemukan bahwa biaya pengobatan penyakit kritis menciptakan tekanan terbesar, bersama akibat dari penyakit tersebut terhadap penghasilan dan stabilitas pekerjaan mereka.

Konsumen di Asia juga takut akan penyakit, dengan empat persoalan utama mereka yaitu kanker (48%), penyakit jantung (43%), stroke (38%), dan diabetes (35%). Dengan populasi yang menua di Asia, penyakit terkait usia seperti demensia dan Alzheimer juga menimbulkan persoalan di antara 20% responden. 

"Orang-orang di Asia bekerja keras sepanjang hidup mereka, sehingga dapat dipahami bahwa mereka ingin merencanakan masa pensiun yang sehat dan menyenangkan," ujar Damien Green, Presiden dan CEO, Manulife Asia. "Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah menemukan cara yang terjangkau untuk menyikapi kesejahteraan fisik dan mental mereka. Di Manulife, kami berkomitmen untuk memberdayakan kesehatan dan kesejahteraan yang berkelanjutan, serta kami ingin bermitra dengan konsumen di sepanjang masa dewasanya guna menawarkan kepada mereka rangkaian solusi dan manfaat hidup berdampak yang dapat membuat mereka lebih sehat serta sejahtera."

Kesediaan untuk membelanjakan lebih banyak guna memperpanjang rentang waktu kesehatan

Sebagian besar responden (92%) mengatakan mereka rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk memperpanjang rentang waktu kesehatan mereka. Berinvestasi dalam olahraga dan pola makan yang lebih sehat merupakan cara utama yang dilakukan oleh orang-orang untuk meningkatkan kesehatan mereka. Selain itu, dengan meningkatnya masalah kesehatan mental, aktivitas kesadaran penuh, seperti yoga dan pelatihan otak, juga merupakan cara yang populer guna membantu diri sendiri.

Untuk pendekatan perawatan kesehatan yang lebih aktif, pemeriksaan tubuh (45%), layanan diagnosis dini (31%), pencarian nasihat profesional (29%), dan pertanyaan kesehatan daring secara rutin (23%) semuanya populer. Tantangannya ada pada biaya, terutama ketika lebih dari sepertiga (37%) khawatir akan hilangnya penghasilan atau pekerjaan karena penyakit serius.

Konsekuensi dari meningkatnya biaya adalah peningkatan perawatan kesehatan swakriya (Do It Yourself/DIY). Permintaan akan aplikasi seluler untuk membantu memantau kesehatan sangatlah tinggi (86%) – dengan aplikasi untuk memantau olahraga (52%), tidur (38%), dan diet (35%) yang menjadi tiga terpopuler.

Bersama perencanaan kesehatan mereka, sebagian besar responden memiliki tujuan finansial pribadi. Tiga tujuan teratas di antara mereka yang berpartisipasi dalam survei ini adalah menabung untuk: pensiun (49%); masa sulit (42%); dan untuk kebutuhan kesehatan atau medis (32%). Menabung untuk pensiun sangatlah tinggi di Singapura (63%).

Tabungan tunai dan deposito bank (81%) disebutkan sebagai cara utama orang mencapai tujuannya, diikuti oleh asuransi pribadi (59%). Di tingkat regional, dukungan keluarga (42%) juga merupakan sumber utama untuk mencapai tujuan ini.

"Hambatan yang paling mungkin untuk memenuhi target finansial ini adalah inflasi, perlambatan ekonomi, dan penurunan pendapatan, diikuti dengan meningkatnya biaya perawatan kesehatan serta memburuknya kesehatan pribadi," ujar Green. "Yang paling memprihatinkan, bagaimanapun, adalah bahwa hanya sepertiga dari responden yang memiliki rencana pensiun. Kami juga melihat ketergantungan yang tinggi pada tabungan tunai, yang akan terkikis dengan cepat dalam lingkungan inflasi. Merupakan hal bijaksana untuk menggunakan sarana tabungan yang mendapatkan manfaat dari pengembalian majemuk atau mulai berinvestasi dan tetap berinvestasi – atau melakukan keduanya."

Keyakinan dalam mencapai tujuan finansial

Asuransi sangat populer di wilayah ini, dengan hampir tiga perempat (70%) yang memiliki rata-rata tiga jenis asuransi, dan 79% yang mengatakan mereka berniat untuk membeli asuransi dalam waktu 12 bulan mendatang. Kesehatan rawat jalan (30%), jiwa, kecelakaan (keduanya 26%), dan rawat inap serta penyakit kritis (keduanya 25%) merupakan yang paling diminati.

Sebagian besar, responden survei (70%) yakin akan mencapai tujuan finansial mereka, dengan hanya 14% yang tidak memiliki harapan. Mereka yang berada di Hong Kong (57%) dan Singapura (52%) merupakan yang paling kurang yakin dibandingkan dengan pasar lain seperti Tiongkok (81%) dan Indonesia (88%). Responden yang rata-rata berusia 41 tahun juga berharap dapat mencapai target tabungan hari tua mereka dalam jangka waktu yang relatif singkat. Sepertiga percaya mereka akan mencapai target pensiunnya dalam waktu lima tahun, sementara sekitar sepertiga (26%) berharap akan melakukannya dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan.   

"Mengingat angka harapan hidup rata-rata di wilayah ini berada di atas 752 dan harapan mereka untuk pensiun pada usia 60, perkiraan waktu yang diperlukan untuk mencapai kebutuhan tabungan pensiun mereka mungkin tidak realistis," ujar Green. "Lebih baik bermain aman, mulai menabung lebih awal dan lebih lama, kemudian orang dapat menikmati ketenangan pikiran serta gaya hidup yang lebih nyaman di kemudian hari."

Green menambahkan bahwa konsumen di seluruh Asia berusaha untuk lebih mengontrol nasib mereka terkait masa pensiun. "Di Manulife, kami berkomitmen membantu para pelanggan melalui momen-momen kehidupan yang penting ini, sehingga mereka dapat membuat keputusan tepat yang akan berdampak besar pada masa depannya. Bagi mereka yang tidak memiliki rencana tabungan pensiun, kami sangat menyarankan untuk tidak menundanya lagi. Dan jika Anda tidak yakin harus mulai dari mana, berdiskusilah dengan penasihat finansial Anda."

Tentang Manulife Asia Care Survey

Riset yang dilakukan oleh Manulife ini melihat secara mendalam persoalan kesehatan dan kesejahteraan, prioritas, serta aspirasi masyarakat yang tinggal di seluruh Asia. Tiga survei sebelumnya dilakukan pada November 2020, Mei 2020, dan November 2021. Versi terbaru ini dilakukan pada Desember 2022 dan Januari 2023 melalui kuesioner daring yang diisi sendiri di tujuh negara di Asia, termasuk Tiongkok Daratan, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, serta Vietnam. Sebanyak 7.224 orang yang berusia 25 hingga 60 tahun telah disurvei. Responden meliputi pemilik asuransi dan mereka yang tidak memiliki asuransi tetapi berniat membeli asuransi dalam 12 hingga 24 bulan mendatang.

Tentang Manulife

Manulife Financial Corporation adalah penyedia layanan finansial internasional terdepan, yang membantu orang-orang membuat keputusan lebih mudah dan hidup lebih baik. Dengan kantor pusat global kami berada di Toronto, Kanada, kami menyediakan nasihat finansial dan asuransi, beroperasi sebagai Manulife di seluruh Kanada, Asia, serta Eropa, dan utamanya sebagai John Hancock di Amerika Serikat. Melalui Manulife Investment Management, merek global untuk segmen Pengelolaan Kekayaan dan Aset Global, kami melayani perorangan, institusi, serta anggota program pensiun di seluruh dunia. Pada akhir tahun 2022, kami memiliki lebih dari 40.000 karyawan, lebih dari 116.000 agen, dan ribuan mitra penyaluran, yang melayani lebih dari 34 juta pelanggan. Kami berdagang sebagai ‘MFC’ di bursa efek Toronto, New York, dan Filipina serta menggunakan ‘945’ di Hong Kong.

Tidak semua penawaran tersedia di semua yurisdiksi. Untuk mendapat informasi tambahan, kunjungilah manulife.com.

_________________________________

1 Usia pensiun resmi: Tiongkok 60 (pria) dan 55 (perempuan), Hong Kong 65, Indonesia 58, Malaysia 60 (pekerjaan kepemerintahan 62), Filipina 65, Singapura 63, serta Vietnam 60 tahun 6 bulan.

2 Angka harapan hidup menurut Organisasi Kesehatan Dunia: Hong Kong 85, Tiongkok 84, Singapura 78, Malaysia 76, Vietnam 75, Filipina 72, dan Indonesia 69 

Carl Wong, Manulife, +852 6373 7830, Carl_KK_Wong@manulifeam.com; Dudley White, Manulife, +852 6039 0781, Dudley_White@manulife.com

Foto – https://mma.prnasia.com/media2/2040865/Manulife_Financial_Corporation_People_in_Asia_seek_to_extend_hea.jpg?p=medium600
Logo –
https://mma.prnasia.com/media2/2040909/Manulife_Financial_Corporation_People_in_Asia_seek_to_extend_hea.jpg?p=medium600 

 


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER