Jumat, 24 Mei 2024
FINTECHNESIA.COM |

Salurkan, Pembiayaan Komoditas Kelapa Melalui Sistem Green Financing, Ini Kata Amartha

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Amartha bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, anggota dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), serta Koalisi Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa (Kopek), mendukung peningkatan produktivitas komoditas kelapa berkelanjutan di Indonesia melalui sistem green financing

Peresmian ini di Gorontalo, Sulawesi Utara bertepatan dengan World Coconut Day (WCD) 2023 atau Hari Kelapa Sedunia yang berlangsung pada 21-25 September 2023.

World Coconut Day 2023 di Gorontalo merupakan kegiatan yang memaparkan pentingnya kolaborasi multipihak untuk mendukung produksi komoditas kelapa berkelanjutan. Kegiatan ini mempertemukan para investor berskala internasional dengan produsen komoditas kelapa, guna mendukung implementasi roadmap kelapa berkelanjutan di Indonesia.

Aria Widyanto, Direktur Utama Amartha Mikro Fintek mengungkapkan Amartha memiliki tujuan yang sama untuk mendukung roadmap produksi kelapa berkelanjutan di Indonesia. 

Sebagai platform keuangan inklusif, dukungan dari Amartha tidak hanya berupa akses keuangan berkelanjutan, juga program literasi keuangan dan pendampingan bagi para petani kelapa dan pengusaha mikro turunan hasil olahan kelapa di Indonesia, khususnya di wilayah Gorontalo. 

“Tujuannya, agar para pelaku usaha komoditas kelapa dapat meningkatkan penghasilannya secara berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja di desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi dari level akar rumput,” katanya, pekan lalu.

Pada kesempatan yang sama, Amartha juga meluncurkan Sustainability Report 2022-2023. Laporan tersebut memuat data mengenai dampak yang diciptakan Amartha berdasarkan perspektif ESG.

Berdasarkan laporan tersebut,  didapati bahwa para mitra Amartha mengalami peningkatan pendapatan sebesar 70% setelah menerima permodalan dari Amartha. 

Dampak ekonomi lainnya juga terlihat dari penciptaan lapangan kerja informal. Lebih dari 156.000 mitra Amartha di desa berhasil mempekerjakan karyawan pertama mereka dan 33.000 mitra berhasil menambah karyawan baru. Skala usaha mitra pun meningkat, sekitar 40.000 usaha mikro berhasil berkembang menjadi usaha kecil menengah. 

Berangkat dari hasil riset tersebut, Amartha optimistis pembiayaan berkelanjutan bagi usaha di sektor kelapa, juga dapat membawa dampak berkelanjutan bagi petani kelapa. Mulai dari peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, hingga ketahanan pangan lokal di Indonesia. 

Baca juga: Amartha Gandeng eFishery, Mempermudah Akses Finansial di Sektor Akuakultur

Di Provinsi Gorontalo, Amartha telah menyalurkan pembiayaan mikro kepada lebih dari 30.000 UMKM dengan total dana lebih dari Rp 200 miliar, 

Gita Syahrani, Koalisi Ekonomi Membumi, menuturkan, petani kelapa kerap menghadapi kesulitan dalam mengakses layanan keuangan. Padahal, potensinya sangat besar dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di desa. 

“Oleh sebab itu, kolaborasi dengan Amartha yang menyediakan pembiayaan untuk komoditas kelapa, tidak bisa dipisahkan dari roadmap produksi kelapa berkelanjutan,” terang Gita.

Nelson Pomalingo, Bupati Gorontalo yang menjabat sebagai Ketua KOPEK, mengatakan World Coconut Day akan menjadi momentum awal untuk menjalin berbagai kolaborasi bisnis yang serius dan berdampak. Jika kita bergotong-royong, hal ini dapat dikembangkan menjadi model ekonomi berbasis lanskap yang membuktikan bahwa dalam wilayah tersebut lingkungan bisa dijaga secara konsisten dan masyarakatnya betul-betul sejahtera. 

“Saat ini, bahkan sudah ada satu portfolio Industri Hijau Kelapa Terintegrasi senilai Rp 670 miliar di Gorontalo yang siap menerima investasi, hasil kerjasama Gorontalo dengan BKPM,” terang Nelson. 

Amartha optimis kolaborasi ini dapat berkontribusi bagi industri kelapa yang berkelanjutan. Industri Kelapa Terintegrasi ini akan mendorong basis produksi kolektif petani kelapa dengan pengembangan model bisnis yang ramah lingkungan dan sosial. Pendekatan ini bisa menjadi jawaban bagi tantangan krisis iklim, ancaman krisis pangan, air dan isu kemiskinan yang sedang dihadapi bersama. (jun)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER