Sabtu, 13 April 2024
FINTECHNESIA.COM |

Sambut Ramadan bersama Ngaji.ai Cara Baru Belajar Mengaji dengan Teknologi Kecerdasan Buatan

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Perusahaan pelopor penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan Bahasa Indonesia, Vokal.ai meluncurkan inovasi terbarunya berupa aplikasi belajar mengaji.

Masih dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI): ngaji.ai. Teknologi AI Vokal.ai membuat aplikasi ini mampu mendeteksi akurasi pelafalan bacaan Al-Qur’an melalui teknologi automatic speech Recognition (ASR), agar proses belajar mengaji dapat dilakukan secara mandiri.

Sutarto Hadi, Co Founder ngaji.ai memaparkan, latar belakang aplikasi ini karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim. Sebanyak 91% warga muslim memiliki pandangan, kemampuan membaca Al-Qur’an penting untuk dimiliki. 

Selama ini, orang tua biasanya memanggil guru untuk belajar mengaji di rumah, atau mendaftarkan anaknya ke TPA/TPQ, dan jarang ada pilihan lain. “Selain itu, ada juga keinginan memperdalam kemampuan membaca ayat-ayat suci Al-Quran di diri muslim dewasa, namun ada rasa malu dan enggan untuk belajar lagi dari guru,” papar Profesor Sutarto Hadi yang juga Guru Besar FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Jumat (8/3).

Baca juga: TSurvey.id Umumkan Hasil Riset dan Survei Ramadan Consumer Behavior Insight 2023 

Dengan latar belakang itulah, diluncurkan ngaji.ai,  aplikasi berbasis artificial intelligence dan automatic speech recognition. Fitur ini memberi feedback untuk membantu pengguna mengetahui apakah pengucapan mereka sudah benar atau belum.

Aplikasi ini juga menjawab tantangan proses belajar mengaji yang lebih fleksibel dan tanpa batas. Sehingga siapapun bisa belajar mengaji di manapun, kapanpun dan di usia berapapun, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak belajar mengaji.

Pembelajaran dengan ngaji.ai menerapkan scoring system. Pengguna akan mendapatkan nilai ketika menyelesaikan materi belajar dan mengerjakan latihan. Pengguna juga bisa memantau kemajuan belajarnya yang dibagi menjadi tiga tahapan yaitu pemula, menengah, dan mahir, yang diukur berdasarkan total skor yang dikumpulkan.

Terdapat juga papan peringkat sebagai salah satu fitur gamification yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi pengguna untuk belajar terus. Pengguna juga dapat melihat detail pencapaian yang didapat oleh pengguna lain, serta dapat membagikan pencapaian ke media sosial.

Banyak fitur yang dapat dinikmati melalui ngaji.ai. Salah satunya, pengguna dapat mengetahui jadwal salat berdasarkan lokasi, dengan notifikasi waktu salat dan berbuka, serta mengetahui arah kiblat dengan koordinat yang tepat. 

Bagi pengguna yang ingin memeriksa kemampuan tadarus, fitur ASR pada menu tadarus bisa mendeteksi kelancaran pengguna mengaji. Fitur exam juga dapat memastikan pengguna sudah menguasai materi dengan tepat atau masih ada area yang bisa diperbaiki. Ngaji.ai juga memiliki fitur rekomendasi ayat setiap hari untuk pendalaman ayat-ayat Al-Quran selama bulan Ramadan

Martijn Enter, Founder Vokal.ai turut menjelaskan, aplikasi ngaji.ai dikembangkan sejak 2020 dan menggunakan teknologi yang dikembangkan bersama oleh para expert asal Indonesia dan Belanda di bidang data collection, materi pembelajaran mengaji, IT, dan machine learning.

Menurutnya, masa depan AI di dunia pendidikan Indonesia memiliki potensi yang besar sekali untuk kemajuan dan transformasi. AI dapat menyesuaikan pengalaman belajar berdasarkan kebutuhan masing-masing pelajar dan gaya belajar. Ssehingga bisa menghasilkan pengertian yang lebih dalam dan interaksi lebih baik.

“Aplikasi ngaji.ai dapat menyesuaikan level kesulitan dan kecepatan belajar berdasarkan performa pengguna. Sehingga memastikan adanya kemajuan pemahaman dan menghindari pengguna hilang motivasi untuk belajar,” ujar Martijn.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kehadiran ngaji.ai telah mengkonfirmasi sikap Kemenparekraf, bahwa kehadiran AI tyda akan merugikan sektor kreatif, tetapi justru dengan pengaplikasian yang tepat, bisa memberikan dampak positif.

“Banyak sekali fitur-fitur di ngaji.ai yang membuat belajar mengaji dan ibadah di bulan Ramadan nanti jadi lebih menyenangkan,” tutur Sandiaga Uno.

Proses pembelajaran dan fitur tambahan di ngaji.ai membuat aplikasi ini dapat digunakan oleh anak sejak usia 3 tahun hingga orang dewasa, Menjelang bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, ngaji.ai dapat menjadi alternatif platform untuk memaksimalkan ibadah. (nin)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER