Industri Asuransi dan Multifinance Masih Terdampak Pandemi

21

FinTechnesia.com | Dampak corona masih terasa di di Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Berdaaarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Agustus 2020, pertumbuhan piutang pembiayaan masih mencatatkan kontraksi yang cukup dalam yakni 12,86% year on year (yoy).

Rasio non performing financing (NPF) 5,2%. Sedangkan gearing ratio masih terjaga rendah 2,4 kali di bawah threshold 10 kali.

Pertumbuhan premi asuransi masih terkontraksi. Premi asuransi umum dan reasuransi terkontraksi 0,2% yoy di Agustus. Demikian juga pertumbuhan
premi asuransi jiwa masih terus mengalami kontraksi yakni sebesar -9,3% yoy.

“Dari sisi permodalan, industri asuransi masih cukup tinggi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, pekan lalu. Permodalan di atas threshold 120%, yakni mencapai 330% untuk asuransi umum dan 506% untuk industri asuransi jiwa. (eko)