Mayoritas Konsumen Ingin Pembayaran Indonesia Jadi Non-Tunai di Tahun 2025

28

FinTechnesia.com | Menurut survei global terbaru Standard Chartered, COVID-19 menjadikan konsumen berbelanja secara lebih non-tunai, berhati-hati, dan lebih teliti. Hampir 75% responden survei di Indonesia dan 2/3 di seluruh dunia setuju, COVID-19 membuat mereka lebih positif tentang belanja daring.

Studi itu terhadap 12.000 orang dewasa di 12 negara. Yakni Hong Kong, India, Indonesia, Kenya, China, Malaysia, Pakistan, Singapura, Taiwan, Uni Emirat Arab, Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Di Indonesia, preferensi konsumen berbelanja daring telah meningkat dari 40% sebelum pandemi menjadi 56% pada saat pandemi. Ini juga mencerminkan tren global.

Sebelum pandemi 1/3 responden lebih memilih belanja daring. Kini hampir setengah (48%) lebih memilih metode tersebut untuk pembelian barang di masa mendatang.

Sebanyak 80% orang di Indonesia dan 64% secara global mengharapkan negara ini menjadi sepenuhnya menjadi non-tunai. Sebagian besar masyarakat mengharapkan transisi ini terjadi pada tahun 2025.

Hasil survei didukung oleh data penarikan ATM Standard Chartered. Di sepuluh negara yang disurvei dan Standard Chartered menawarkan jasa perbankan ritel (kecuali Inggris dan AS), COVID-19 mempercepat penurunan penggunaan ATM. Penarikan tunai dari ATM sekarang setengah dari jumlah dua tahun lalu.